Forza Land Bukukan Rugi Rp6,841 Miliar

NERACA

Jakarta – Bisnis properti yang digeluti PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ) belum memberikan hasil yang memuaskan. Terlebih di semester pertama tahun ini, perseroan membukukanrugi bersih sebesar Rp6,841 miliar dibandingkan priode yang sama masih membukukan laba bersih sebesar Rp1,35 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, melempemnya bisnis properti disebabkan penjualan apartemen sepanjang tujuh bulan tahun2019 sebesar Rp2,65 miliar atau turun 93,75% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp41,69 miliar. Sedangkan, total beban pokok penjualan turun 93,9% menjadi Rp1,77 miliar dibanding 31 Juli 2018 yang tercatat sebesar Rp28,21 miliar. Adapun pada sisi beban usaha tercatat sebesar Rp7,96 miliar atau turun dibanding tujuh bulan sepanjang tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp12,6 miliar.

Sedangkan pada catatan ekuitas tertulis Rp277,62 miliar atau turun 1,42% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp281,44 miliar.Sementara kewajibanperseroantercatat senilai Rp475,36 miliar atau mengalami peningkatan 11,5% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp426,63 miliar. Adapun aset perseroan tercatat senilaiRp752,9 miliar atau naik 6,2% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp708,08 miliar.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan hingga Rp 80 miliar. Direktur Utama FORZ, Patris Jasur menjelaskan, target pendapatan tersebut bisa digapai karena proyek apartemen One Casablanca bakal kelar tahun ini sehingga dapat diakui sebagai pendapatan. Sementara untuk laba, perseroan mematok target sebesar Rp 3,9 miliar.

Sementara pada awal Agustus 2019, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan PT Forza Land Indonesia Tbk karena tidak memiliki pendapatan sejak April 2019. Sekretaris Perusahaan FORZ, Dina Winda Putri menjelaskan, perusahaannya masih mencatatkan pendapatan pada periode tersebut. Untuk itu, mereka akan melakukan limited review terhadap laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk periode yang berakhir 31 Juli 2019.

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Pastikan Proses Bisnis Sesuai GCG

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu memastikan perseroan selama ini telah menjalankan bisnis   sesuai dengan GCG.…

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…