Integra Indocabinet Luncurkan Produk Baru - Kejar Penjualan Rp 3,15 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester pertama 2019, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) berhasil membukukan penjualan Rp 977,54 miliar atau tumbuh tipis 7,93% secara tahunan. Sementara laba bersih perseroan juga terkerek naik 8,18% di paruh pertama menjadi Rp 123,06 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Meskipun perolehan penjualan perusahaan furnitur ini masih rendah dari target yang dipatok tahun ini sebesar Rp 3,15 triliun, namun perseroan optimis bakal tercapai di semester kedua seiring dengan strategi perseroan dengan merilis produk baru untuk memacu pertumbuhan penjualan.”Perseroan yakin dapat mencapai target penjualan, meski penjualan di semester pertama baru mencapai 31% dari target,”kata Investor Relations Integra Indocabinet, Wendy Chandra.

Dirinya menjelaskan, guna memacu kinerja pada semester II/2019, perseroan akan mempercepat produksi wooden blind dan milwork sebagai produk baru. Apalagi, perseroan telah menyelesaikan fasilitas produksi untuk kedua produk baru itu pada semester I/2019. Perseroan juga meningkatkan kontribusi penjualan ekspor ke Amerika Serikat dari 44,8% pada 2018 menjadi sekitar 60% pada 2019, untuk menangkap peluang perang dagang antara AS dan China.

Menurutnya, perayaan pada semester II/2019 yang lebih padat juga berpotensi mendorong penjualan seperti Natal dan Tahun Baru, Thanksgiving Day, dan Black Friday."Penjualan pada semester I memang biasanya lebih lemag karena faktor seasonality. Pada semester II biasanya lebih tinggi," katanya.

Sebagai informasi, perusahaan furnitur ini melakukan pengembangan produk dan penambahan kapasitas pada tahun ini di antaranya untuk produk wooden blind dengan kapasitas 30 kontainer per bulan atau 13.200 meter kubik per tahun. Produk ini menyasar pasar AS, United Kingdom, dan Negara-negara Eropa. Asal tahu saja, ekspor perseroan ke Amerika Serikat menyumbang 25%-30% daru total penjualan.

Di samping itu, white prime molding dengan kapasitas 300 kontainer per bulan atau 132.000 meter kubik per tahun. Produk ini menyasar pasar AS dan Inggris Raya (United Kingdom). Ekspansi kapasitas juga dilakukan terhadap produk metal furnitur dengan kapasitas 10 kontainer per bulan atau 1.650 meter kubik per tahun, rattan wooden furniture dengan kapasitas 30 kontainer per bulan atau 4.950 meter kubik per tahun, serta floorbase atau plywood dengan kapasitas 100 kontainer per bulan atau 42.000 meter kubik per tahun.

Strategi perseroan ke depan yakni dengan melakukan diversifikasi produk yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi.Tahun ini, perseroan juga menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 200 miliar. Selain untuk meningkatkan kapasitas produksi, anggaran itu bakal digunakan guna menambah produk dan mesin. ”Semua itu kami lakukan demi pertumbuhan sales 20% sampai akhir 2019 ini,” ujar Direktur Keuangan PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno.

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Pastikan Proses Bisnis Sesuai GCG

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu memastikan perseroan selama ini telah menjalankan bisnis   sesuai dengan GCG.…

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…