Implementasi Budaya Anti Korupsi, BTN Kerjasama dengan KPK

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memaksimalkan pencapaian kinerja perusahaan, sekaligus kampanye program nasional anti korupsi dan anti gratifikasi di sektor perbankan. "Kami memberikan komitmen untuk melaksanakan program profit dan cek dengan KPK, sekaligus menerapkan good governance, kooperatif, dan terintegrasi," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta, Selasa (13/8).

Dia menjelaskan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan komitmen terkait implementasi sistem pengendalian gratifikasi yang dilakukan pada 2014. Kelanjutan penerapan program pencegahan korupsi ini menjadi langkah perseroan dalam mencapai target. "Dengan adanya pencegahan ini, maka kami mengharapkan bisa lebih cepat lagi di dalam pengelolaan (perusahaan). Kami ingin ini menjadi role model bagi perusahaan-perusahaan yang lain," ujarnya.

Maryono menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi indikator Bank BTN mendukung budaya anti korupsi di Indonesia, dengan mengadopsi program Cegah Korupsi Profesional Berintegritas (Cek Profit) milik KPK. "Dari awal sebetulnya kami ingin melakukan tata kelola perusahaan yang baik. Kami meyakini dengan tata kelola yang baik itu dapat menuju kinerja-kinerja unggul," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyampaikan pihaknya akan menjaga Bank BTN agar terhindar dari dampak negatif yang dapat merugikan baik secara hukum, finansial maupun reputasi. "Hari ini apa yang dilakukan oleh Bank BTN membuat kita lebih percaya bahwa orang-orang baik di sektor perbankan memang harus dijaga. KPK selalu masuk dengan isu-isu pencegahan, membangun good coorporate governance, menjaga orang-orang baik punya ide dan mimpi," kata Saut Situmorang.

Selama semester I 2019, Bank BTN mencatat penyaluran kredit senilai Rp251,04 triliun atau naik sebesar 18,78 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp211,35 triliun. Kinerja penyaluran kredit mendorong kenaikan posisi aset perseroan menjadi Rp312,47 triliun atau tumbuh 16,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp268,04 triliun. Adapun sejak Januari hingga Juli 2019, Bank BTN berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp234,89 triliun atau naik sebanyak 15,89 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Incar Pembiayaan Berbasis Ekuitas - Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengincar skema pembiayaan berbasis ekuitas atau…

16 Bank dan 4 Sekuritas Ikut Lelang SUN

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sebanyak 16 bank dan empat perusahaan sekuritas ikut lelang Surat…

OJK Klaim Tingkat Inklusi Keuangan 75% Telah Tercapai

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim target tingkat inklusi keuangan Indonesia sebesar 75 persen dari…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank DKI Luncurkan Program Kebun Hidroponik di Rusunawa KS Tubun dan Jatirawasari

    NERACA   Jakarta – Tingkatkan pemberdayaan masyarakat DKI Jakarta, Bank DKI luncurkan program kebun hidroponik di Rusun KS…

Uang Elektronik Tol akan Terhubung ke Debit dan Kredit

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sedang menyiapkan teknologi untuk pembayaran tol tanpa henti (Multi…

Survei BI Indikasikan Pertumbuhan Kredit Baru Melambat

      NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan…