Pemerintah Ingin Komponen Lokal Digunakan di Mobil Esemka

Pemerintah Ingin Komponen Lokal Digunakan di Mobil Esemka

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Esemka yang digadang-gadang menjadi mobil nasional (mobnas) menggunakan komponen lokal. Langkah ini sebagai wujud memajukan industri pendukung otomotif di dalam negeri.

“Kalau Esemka mau buat mobil, bisa menggunakan komponen lokal, kami punya anggota yang bisa menyuplai,” kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemperin, Harjanto di sela-sela seminar "Membangun Kemampuan Industri Komponen dalam Negeri" di Jakarta, Selasa (13/8)

Harjanto mengatakan, pemerintah akan mendorong komponen lokal pada produksi mobil di Tanah Air. Sayangnya dia tidak menyebutkan porsi komponen lokal tersebut."Sebanyak-banyaknya, tapi kalau 100 persen tidak mungkin," kata Harjanto.

Harjanto mengatakan, secara nasional saat ini terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 240 perusahaan merupakan anggota Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) dan 122 perusahaan merupakan anggota Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

Harjanto juga menyambut baik rencana penandatangan Letter of Intent antara Esemka dengan industri komponen."Saya berharap Letter of Intent itu akan menjadi Letter of Aggrement di kemudian hari," kata Harjanto.

Sementara Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan, produksi dan penjualan otomotif nasional sejak tahun 2013 sampai tahun 2018 telah mencapai rata–rata di atas 1,2 juta unit per tahun."Banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi," kata Airlangga Hartarto usai membuka pameran 'Industri Komponen Otomotif' di Kemperin, Jakarta, Selasa (13/8).

Sementara ekspor completily built up(CBU) pada 2018 tercatat 264.553 unit, completily knock down (CKD) 82.028 set, dan komponen sebanyak 86.631.872 pieces."Diharapkan pada akhir tahun 2019 terjadi peningkatan volume ekspor pada produk-produk tersebut, mengingat per-Juli 2019, nilai ekspor produk tersebut tercatat telah melebihi 50 persen pencapaian ekspor tahun 2018," kata Menperin.

Sesuai roadmap industri otomotif nasional, pada tahun 2025, ekspor CBU diharapkan dapat mencapai 1 juta unit ke lebih dari 80 negara.

Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi, produsen Esemka, Eddy Wirajaya mengakui saat ini pihaknya masih kesulitan mencari mitra supplier lokal untuk mendukung produksi mobil Esemka. “Saat ini sudah ada beberapa industri komponen lokal yang mendukung produksi mobil Esemka,” kata Eddy Wirajaya.

Beberapa suku cadang yang telah digunakan untuk mobil Esemka Bima antara lain tangki BBM (PT INKA), kaca denap (Armada Indah Agung Glass), chassis (PT INKA), per daun (Indospring), blok mesin dan blok transmisi (Cikarang Perkasa Manufacturing), dan sebagainya.

Eddy berharap komponen lokal pada mobil-mobil Esemka akan terus bertambah di kemudian hari.“Kami baru memulai, dan tentunya berharap mendapatkan dukungan dari komponen-komponen lokal di Indonesia,” ujar Eddy Wirajaya. Mohar/Iwan

BERITA TERKAIT

Sony Subrata: Buku Jagat Digital Mengupas Dampak Media Sosial

Sony Subrata: Buku Jagat Digital Mengupas Dampak Media Sosial  NERACA Jakarta - Anggota Dewan Pers yang juga Head of New…

Bintang Puspayoga Rilis Buku Sinergi Untuk Negeri

Bintang Puspayoga Rilis Buku Sinergi Untuk Negeri NERACA Jakarta - Bintang Puspayoga secara resmi merilis buku bertajuk Sinergi Untuk Negeri.…

Pemkot Sukabumi Raih WTN ke-16 Kalinya

Pemkot Sukabumi Raih WTN ke-16 Kalinya  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Fachry Ali : Pemindahan Ibu Kota Jadi Awal Periode “Post Java” - FGD KLHS Pemindahan Ibu Kota

Fachry Ali : Pemindahan Ibu Kota Jadi Awal Periode “Post Java”   FGD KLHS Pemindahan Ibu Kota NERACA Jakarta - Pengamat…

Pertamina EP Tanggap Darurat Karhutla

Pertamina EP Tanggap Darurat Karhutla NERACA Jakarta – PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerjasama…

Survei: Sosok Wali Kota Depok Mendatang Tidak Melihat Asal Partai

Survei: Sosok Wali Kota Depok Mendatang Tidak Melihat Asal Partai   NERACA Depok - Hasil survei yang dilakukan oleh Klinik Digital…