Percepat Restrukturisasi Internal PT PLN

NERACA

Jakarta –Pemerintah meminta PT PLN Persero mempercepat pelaksanaan program restrukturisasi internal untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). "Terutama percepatan pembangunan pembangkit 10.000 megawatt Tahap I (PLTU Batu bara)," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin di Jakarta,2/4

Menurut Sumaryanto, salah satu yang harus dipercepat adalah peningkatan efisiensi operasi untuk menurunkan biaya pokok penyediaan dengan mengoptimalisasikan strategi bauran energi. Yang pasti PLN harus segera merealisasikan pembangunan pembangkit energi terbarukan. “Pemerintah juga meminta pemangku kepentingan terkait meningkatkan alokasi pasokan gas bagi pembangkit PLN supaya penggunaan BBM dalam operasional pembangkit PLN bisa dikurangi,” tambahnya.

Selain itu, Sumaryanto menegaskan bahwa pemerintah menginginkan para pemangku kepentingan untuk dapat meningkatkan alokasi pasokan gas kepada pembangkit PLN. Hal itu dapat mengurangi penggunaan BBM dalam operasional pembangkit PLN.

Sedangkan Dirut PT PLN Nur Pamudji mengatakan konsumsi BBM PLN di Pulau Jawa dan Bali tinggi karena hampir semua pembangkit yang ada menggunakan BBM. "Solusinya saat ini kita lakukan penghematan pemakaian BBM di sejumlah pembangkit," katanya.

Nur Pamudji menambahkan efesiensi pemakaian BBM itu dilakukan di pembangkit Priok, mesin unit 3 dan 4 di stanby-kan, kemudian rekonfigurasi jaringan, penambahan kuota gas Pertamina Hulu Energi (PHE). Selain itu dilakukan efesiensi penggunaan BBM di pembangkit Muaratawar. "Kita juga lakukan efisiensi BBM di pembangkit Perak Grati dengan tidak mengoperasikan mesin pakai BBM," tambahnya. **mohar

Related posts