Moody’s Pangkas Peringkat BHIT Jadi Caa1

Lembaga pemeringkat global Moody's dalam riset terbarunya menurunkan peringkat utangPT MNC Investama Tbk (BHIT) sebanyak satu level, dari B3 menjadi Caa1. Seperti dilansir CNBC di Jakarta, kemarin disebutkan, penurunan peringkat utang tersebut berlaku untuk peringkat grup/keluarga perusahaan (Corporate Family Rating/CPR). Moody's juga ikut menurunkan peringkat surat utang senior BHIT dari Caa1 menjadi Caa2.

Untuk diketahui, sejatinya peringkat utang B (1,2,3) ataupun Caa (1,2,3) tidak termasuk dalam kategori investment grade atau layak investasi. Peringkat 'B (1,2,3)' diberikan ketika surat utang dianggap spekulatif dan memiliki resiko kredit yang tinggi. Sedangkan peringkat Caa (1,2,3) dinilai memiliki posisi yang buruk dengan resiko kredit yang sangat tinggi.

Vice President Moody's, Annalisa di Chiara mengatakan, penurunan peringkat tersebut mencerminkan peningkatan resiko pembiayaan perusahaan seiring dengan surat utang BHIT yang akan segera jatuh tempo pada Mei 2021, dimanapendapatan dividen dari anak perusahaan masih rendah. Anak dan cucu usaha MNC Grup di bawah naungan BHIT termasuk PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) da PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

Moody's menyebutkan, BHIT sebagai perusahaan induk memiliki kemampuan arus kas operasi yang terbatas dari pendapatan dividen. Hal ini dikarenakan pendapatan dividen yang diterima dari BMTR dalam 12 bulan terakhir hanya sekitar Rp 35-40 miliar. Nilai tersebut tidak cukup untuk menutupi beban bunga tahunan surat obligasi BHIT sekitar US$ 10 juta atau setara Rp 14 miliar (asumsi kurs Rp 14.000/US$)."Kami percaya bahwa pendapatan dividen BHIT akan tetap terbatas dalam 12-18 bulan mendatang, karena anak usaha perusahaan yang bergerak di media, termasuk BMTRm MNCN dan IPTV, menangani jatuh tempo surat utang, pembayaran amortisasi, dan fokus pada inisiatif para pemegang saham mereka sendiri," ucap Di Chiara.

BERITA TERKAIT

Pefindo Beri Peringkat A- Obligasi ADHI

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA- untuk Obligasi Berkelanjutan I/2013 seri B senilai Rp500 miliar milik PT Adhi…

TAMU Raih Kontrak Baru Rp 24,77 Miliar

Di awal tahun 2020, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) mengantongi kontrak baru senilai Rp24,77 miliar. Emiten pelayaran ini ditunjuk…

Elnusa Anggarkan Belanja Modal Rp 1 Triliun

Danai pengembangan bisnisnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sekitar Rp 1triliun. Dimana jumlah capex yang dialokasikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dukung Qanun Aceh - Bank BTN Konversi 4 Kantor Syariah

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengonversi 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional perseroan menjadi KCP Syariah…

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…