BPS : Tingkat Kesejahteraan Petani Turun - Maret 2012

NERACA

Jakarta--- Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan Nilai Tukar Petani (NTP) atau sering disebut tingkat kesejahteraan petani di Indonesia pada Maret 2012 mencapai 104,68, turun 0,40% dibanding NTP periode Februari sebesar 105,10. "Penurunan NTP dikarenakan merosotnya NTP subsektor tanaman pangan. Sebaliknya indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian mengalami kenaikan," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta,2/4

Berdasarkan data BPS, NTP menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, semakin tinggi pula tingkat kemampuan/daya beli petani. “Pemantauan BPS pada 32 provinsi di Indonesia, penurunan NTP Maret 2012 terutama disebabkan merosotnya NTP pada subsektor tanaman pangan sebesar 1,04%,” tambahnya

Sebaliknya NTP subsektor tanaman holtikulutura naik 0,50%, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,05%, NTP subsektor peternakan naik 0,04% dan NTP subsektor perikanan naik 0,08%.

Pada saat yang bersamaan Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) turun sebesar 0,22% dari 143,31 pada Februari 2012 menjadi 143,431, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) naik 0,18% dari 136,36 menjadi 136,61.

Berdasarkan wilayah, BPS juga mencatat Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan NTP tertinggi selama Maret 2012 yang mencapai 1,12% yang merupakan selisih rasio IB sebesar 134,88 dan IT sebesar 137,77. Sedangkan penurunan NTP terbesar yaitu provinsi Jawa Tengah sebesar 0,86 persen dari IB sebesar 135,21 dan IT 141,31. **novi

Related posts