UU Sisnas Iptek Tunjukkan Komitmen Kuat Tingkatkan Inovasi

UU Sisnas Iptek Tunjukkan Komitmen Kuat Tingkatkan Inovasi

NERACA

Jakarta - Kehadiran Undang-Undang (UU) Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) menunjukkan komitmen pemerintah yang semakin kuat dalam mengembangkan dan meningkatkan riset dan inovasi berkualitas.

"Sebetulnya utamanya komitmen pemerintah untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi ke depan. Dengan adanya undang-undang ini kan berarti ada dasar untuk meningkatkan anggaran untuk riset dan inovasi," kata Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo S. Brodjonegoro di Jakarta, Senin (5/8).

Selama ini, kata dia, anggaran untuk pengembangan riset dan inovasi dinilai kecil dan masih kurang untuk mewujudkan inovasi yang meningkatkan ekonomi Indonesia. Dengan adanya undang-undang itu, kata dia, maka telah diatur adanya dana abadi riset. Pada 2019, dana abadi riset yang digelontorkan pemerintah Rp999 miliar.

"Selama ini mau naikkan anggaran riset kan dasar hukumnya tidak ada, nah dengan adanya undang-undang ini dasar hukumnya ada, di DPR juga pemerintah mau ajukan anggaran riset ada undang-undangnya, jadi lebih mudah disetujui prosesnya," tutur dia.

Pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah meningkatkan dukungan terhadap riset dan inovasi."Undang-undang ini kan satu titik awal dari kita untuk bisa maju dalam kegiatan riset dan inovasi sehingga akhirnya menjadi bangsa yang besar," ujar dia.

Ia mengemukakan inovasi memiliki peran penting untuk memajukan negara dalam menggerakkan ekonomi, menjawab kebutuhan dalam negeri dan internasional. Pemerintah, kata dia, akan mendapatkan dampak positif jika fokus pengembangan inovasi dan riset secara optimal."Negara maju itu sangat tergantung pada kekuatan inovasi dan riset," ujar dia.

Sementara, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnas Iptek) mengatur jaminan penganggaran yang lebih baik untuk riset dan inovasi.

"Ada jaminan penganggaran yang lebih baik lagi karena dalam Undang-undang Sisnas Iptek juga disebutkan hal yang baru, itu adalah dana abadi," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin.

Pada 2019, dana abadi riset yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp999 miliar. Sebelumnya, Rapat Paripurna Ke-22 DPR RI Masa Persidangan V Tahun 2018-2019 pada Selasa (16/7), mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi Undang-Undang Sisnas Iptek. Embrio dari UU itu adalah peraturan presiden mengenai rencana induk riset nasional. Harapannya, ke depan UU Sisnas Iptek mendorong terintegrasinya riset di berbagai kelembagaan riset.

Selain itu, dia mengatakan setidaknya dengan UU Sisnas Iptek ini makin jelas terkait dengan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mencakup lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga pengkajian dan penerapan, perguruan tinggi dan lembaga penunjang lain."Harapannya nanti kegiatan litbang itu lebih fokus lagi, lebih terintegrasi dari segi kelembagaan dan juga penganggaran," ujar Thomas. Ant

BERITA TERKAIT

Indonesia Dorong Peningkatan Kesadaran Hukum Internasional

Indonesia Dorong Peningkatan Kesadaran Hukum Internasional  NERACA Jakarta - Pemerintah Indonesia berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang hukum Internasional melalui…

Penguatan Sosial Dibutuhkan Bangun Kerukunan di Tanah Air

Penguatan Sosial Dibutuhkan Bangun Kerukunan di Tanah Air   NERACA Palu - Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif mengemukakan,…

Nilai Kejujuran Belum Dibangun di Pemilu 2019

Nilai Kejujuran Belum Dibangun di Pemilu 2019   NERACA Jakarta - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Siti Zuhro…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Tantangan Berat Menkop dan UKM Baru

Tantangan Berat Menkop dan UKM Baru NERACA Jakarta - Tantangan ke depan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo tak bisa dibilang…

BPOM Berikan Sosialisasi untuk Menjamin Keamanan Obat

BPOM Berikan Sosialisasi untuk Menjamin Keamanan Obat   NERACA Bandung - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan…

BUMD Harus Siap Hadapi Era Industri 4.0

BUMD Harus Siap Hadapi Era Industri 4.0 NERACA Jakarta – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menghadapi tantangan di era industri…