Kapitalisasi Pasar Capai Rp 7.205 Triliun - Selama 42 Tahun Berkarya

NERACA

Jakarta – Eksistensi industri pasar modal setelah 42 tahun diaktifkan kembali oleh pemerintah Indonesia, telah mencatatkan pencapaian yang cukup signifikan. Tengok saja di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global sepanjang satu semester di tahun 2019, pasar modal Indonesia mampu tumbuh signifikan dan bersaing secara kompetitif. Sampai dengan 9 Agustus 2019 atau selama 42 tahun pasar modal Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) telah tumbuh mencapai 6.282,132 atau terus tumbuh sejak 1977.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (12/8), BEI menambahkan, pertumbuhan IHSG diikuti dengan jumlah perusahaan tercatat yang meningkat pesat, dari semen Cibinong sebagai perusahaan tercatat pertama pada tahun 1977, sampai dengan 649 perusahaan tercatat di tahun 2019 dengan total nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp7.205 triliun. Selain itu, selama 42 tahun terakhir, pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp9,74 triliun dan terus meningkat sejak tahun 1977. Terlebih semenjak diimplementasikannya siklus penyelesaian transaksi T+2 pada 28 November 2018, sampai dengan 9 Agustus 2019 terjadi peningkatan likuiditas perdagangan yang direpresentasikan oleh volume, nilai, dan frekuensi transaksi saham harian yang naik sebesar 35% untuk volume transaksi harian, RNTH meningkat 16%, dan frekuensi transaksi saham harian meningkat 17% dibandingkan dengan periode 1 tahun sebelumnya.

Kemudian dari sisi jumlah perusahaan tercatat, sampai dengan 2 Agustus 2019 telah terdapat 32 jumlah perusahaan tercatat baru, sehingga total perusahaan tercatat mencapai 649. Selain pencatatan efek saham juga terdapat 6 pencatatan efek ETF baru, 2 DIRE, dan 1 Dinfra. Sehingga total terdapat 41 pencatatan efek baru pada pertengahan tahun 2019. Asal tahu saja, kebutuhan akan tersedianya variasi layanan dan produk pasar modal menjadi salah satu tantangan utama bagi industri pasar modal Indonesia.

Maka sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut, SRO melakukan perluasan layanan dan produk melalui pengembangan berbagai program kerja, baik yang dilaksanakan SRO secara bersama-sama, maupun yang diimplementasikan di masing-masing SRO. Perluasan variasi layanan dan produk pasar modal diharapkan dapat meningkatkan kuantitas perusahaan tercatat serta investor, sehingga pasar modal Indonesia dapat menjadi semakin kuat dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Perluasan layanan dan produk yang dilakukan oleh SRO selalu diupayakan agar selaras dengan tujuan memberikan perlindungan terhadap para stakeholder. Melalui supervisi dari OJK, BEI bersama dengan KPEI dan KSEI selalu berupaya untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi di pasar modal. OJK dan SRO juga menyadari pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di setiap institusi pasar modal, sebagai bagian dari upaya pengembangan dan perlindungan seluruh aktivitas di pasar modal.

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…