BCA “Acuhkan” Bank Asing

NERACA

Jakarta---PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengungkapkan pihaknya enggan menjalin kerja sama dengan bank asing. Alasanya jaringannya bang asing dinilai masih kecil. Bukan hanya itu, kerja sama dengan bank asing juga tidak sesuai strategi BCA. "Kurang berminatnya BCA bekerja sama dengan bank asing dikarenakan bank asing tidak mau melakukan investasi dalam jumlah besar, dan jaringan yang dimiliki akan tetap kecil. Dan dikhawatirkan, hal demikian mengganggu nasabah," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiadmaja di Jakarta,2/4

Menurut Jahja, BCA malah bank asing dalam kerjasama cenderung bisa merugikan BCA. Karena itulah BCA berhati-hati dalam memilih kerjasama. “Kalau ada bank asing yang ingin bekerja sama atau mau masuk ke dalam jaringan Prima terus terang keberatan, karena jaringan yang dimiliki bank asing tersebut masih kecil, dan ini bisa merugikan," terangnya

Lebih jauh Jahja menambahkan BCA juga sedang berencana menghadirkan sekira 2.500 sampai 3.000 mesin ATM pada 2012. Investasi mesin ATM ini juga ditujukan untuk mengefisiensikan kerja BCA ke depan.

Sementara itu, dalam keterangan persnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengungkapkan suku bunga dasar kredit (prime lending rate) untuk korporasi sekitar 9% terhitung 31 Maret 2012. Sementara untuk kredit ritel tercatat sebesar 10,50%. Sedangkan kredit konsumsi KPR sebesar 9,5% dan non-KPR sebesar 8,18%.

Adapun SBDK ini belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK. Dalam kredit konsumsi non-KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan.

SBDK kredit konsumsi non-KPR merupakan SBDK untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) yang diberikan kepada nasabah melalui skema join financing dengan PT BCA Finance. Serta SBDK untuk segmen kredit konsumsi KPR merupakan suku bunga variable (floating). Informasi SBDK yang berlaku setiap saat dapat dilihat pada publikasi di setiap kantor bank dan atau website bank. **maya

Related posts