KSEI Layani Transaksi di Pasar Modal Lewat BI - Pertama di Asia Tenggara

NERACA

Jakarta – Memperlengkap pelayanan transaksi di pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan penerapan penyelesaian transaksi dana melalui bank sentral atau Bank Indonesia (BI) secara menyeluruh untuk penyelesaian transaksi efek di pasar modal. Informasi tersebut disampaikan KSEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo, penerapan penyelesaian dana atas transaksi pasar modal melalui bank sentral merupakan lompatan besar dan tonggak sejarah baru di industri pasar modal Indonesia karena berhasil menyelesaikan salah satu rekomendasi kunci dari prinsip IOSCO yang memungkinkan pasar modal Indonesia mencapai tingkatan yang lebih tinggi lagi sehingga dapat bersaing dengan pasar modal global. “Kita juga patut bangga karena Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang telah menerapkan mekanisme Full CeBM,” ujar Uriep.

Disampaikannya, sejak implementasi pada 22 Juli 2019 hingga 2 Agustus 2019, rata-rata per hari nilai perputaran dana di Bank Indonesia terkait penyelesaian transaksi di pasar modal sebesar Rp 11,4 triliun, dengan rata-rata per harinya untuk frekuensi dana masuk 233 instruksi dan dana keluar 589 instruksi.

Asal tahu saja, penerapan penyelesaian transaksi dana melalui bank sentral secara menyeluruh untuk penyelesaian transaksi efek di pasar modal Indonesia sesuai dengan salah satu Principles for Financial Market Infrastructures (PFMI) yang dikeluarkan oleh Committee on Payments of Market Infrastructure (CPMI) dan International Organization of Securities Commissions (IOSCO). PFMI ini merupakan standar internasional bagi infrastruktur pasar keuangan untuk memperkuat dan menjaga stabilitas keuangan.

PFMI nomor 9 tentang penyelesaian dana, menyebutkan bahwa penyelesaian dana untuk infrastruktur pasar keuangan akan lebih baik menggunakan Bank Sentral. Tujuannya, untuk meminimalkan dan mengendalikan risiko kredit dan risiko likuiditas atas penyelesaian dana tersebut. Untuk itu, KSEI selaku Financial Market Infrastructure (FMI) direkomendasikan untuk melakukan penyelesaian transaksi dana melalui bank sentral.

Sebelum diterapkannya mekanisme penyelasaian dana melalui bank sentral atau yang dikenal dengan Central Bank Money (CeBM) ini, penyelesaian dana terkait keperluan penyelesaian transaksi di pasar modal Indonesia oleh pemegang rekening KSEI atau perusahaan efek dan bank kustodian harus dilakukan melalui bank komersial yang ditunjuk oleh KSEI sebagai bank pembayaran. Fungsi utama bank pembayaran KSEI adalah untuk menempatkan posisi dana yang tercatat dalam rekening efek di KSEI, mengacu pada ketentuan dalam peraturan Bapepam-LK No.III.C.6 mengenai penempatan dana pada rekening khusus di bank. Dengan penerapan Full CeBM, rekening khusus di bank yang digunakan untuk penempatan dana yang tersimpan di Rekening Efek akan dilakukan di rekening giro KSEI di Bank Indonersia, tidak lagi ditempatkan dalam rekening KSEI di bank pembayaran.

BERITA TERKAIT

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…

Buntut Harga Saham Jatuh - Totalindo Kaji Kembali Rencana Rights Issue

NERACA Jakarta –Nyungsepnya harga saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) hingga di posisi level terendah Rp 50 per lembar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…