PGN Rencanakan Pendanaan Lewat Global Bond - Bangunan Jaringan Gas

NERACA

Jakarta – Besarnya kebutuhan modal PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN dalam perluas jaringan infrastruktur gas bumi, memacu perseroan untuk mencari permodalan di pasar dengan rencana menerbitkan surat utang atau global bond. Ya, tren dan kesuksesan beberapa perusahaan BUMN merilis global bond menjadi pemicu PGN untk melakukan hal yang sama.”Dengan keberhasilan PLN dan Pertamina yang bagus dari global bond, dengan jangka waktu 10 tahun hingga 30 tahun, kita ingin tetapi kita lihat lagi nanti,"kata Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, aksi korporasi rencana penerbitan global bond sudah mempertimbangkan kondisi pasar saat ini yang dinilai bagus dan moment yang tepat. Apalagi, induk usahanya yaitu PT Pertamina berhasil mendapatkan imbal hasil yang baik dalam penerbitan global bond. Sebagai informasi, pada pertengahan tahun lalu, Pertamina menerbitkan global bond senilai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun. Penerbitannya terbagi dalam dua tenor yaitu 10 tahun sebesar US$ 750 juta dengan bunga yang ditawarkan 3,6%.

Kemudian sebesar US$ 750 juta bertenor 30 tahun dengan tingkat bunga 4,75%. Pertamina mengaku tingkat bunga tersebut merupakan tingkat terbaik selama Pertamina menerbitkan global bond. Meskipun begitu, Gigih menegaskan PGAS masih akan mengkaji rencana penerbitan global bond sesuai dengan kebutuhan untuk belanja modal alias capital expenditure (capex). Pasalnya pada semester I-2019 serapan capex baru sebesar 20% atau sekitar US$ 100 juta dari total alokasi belanja modal US$ 500 juta.

Selain itu, pada Februari 2019, PGAS juga telah mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri untuk bridging sebesar US$ 350 juta. Pinjaman jangka pendek tersebut untuk keperluan anggaran capex. Adapun, PGAS mengakuisisi 51% saham Pertagas. Aksi korporasi tersebut membuat PGAS merogoh kocek kantong sebesar US$ 1,3 miliar. Gigih menjelaskan dana akuisisi tersebut berasal dari dana internal tanpa pinjaman dari pihak manapun.

Kemudian dalam menjalankan bisnisnya, PGN terus membuka jaringan baru distrtibusi gas bumi. Terlebih perseroan ditugaskan untuk membangun jaringan gas (jargas) ke seluruh rumah di Indonesia. Dimana ada sekitar 4.135.555 sambungan rumah (SR) yang harus dibangun dari 2020 hingga 2025. Sementara untuk tahun 2020 hingga 2021, PGN akan membangun jargas 1 juta sambungan dengan menggunakan dana internal dan sisanya dari APBN.

Disampaikan Gigih, berbagai macam pembiayaan yang digunakan perseroan. Selanjutnya, sisanya pembangunan jarga sekitar 3,1 juta akan dibangun dari 2022 hingga 2025. Nah untuk membangun sisanya itu PGN tidak akan lagi menggunakan APBN. PGN akan membangun jargas tersebut dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU, lewat skema availability payment (AP) atau KPBU-AP. Pihaknya saat ini tengah berdiskusi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk skema tersebut.

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…