BI Catat Penjualan Eceran Turun

NERACA

Jakarta - Penjualan eceran di Indonesia pada Juni 2019 mengalami penurunan sebesar 1,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) karena usainya momentum konsumsi tinggi pada Ramadhan di Mei 2019, dan Lebaran yang hanya terjadi di awal Juni 2019. Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (8/8), dalam laporan surveinya mengumumkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) menurun 1,8 persen (yoy), atau berbanding terbalik dengan pertumbuhan agresif hingga 7,7 persen pada Mei 2019.

Analisis Bank Sentral menyebutkan penurunan terdalam penjualan eceran terjadi di kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang minus hingga 10,9 persen, dan kelompok barang budaya dan rekreasi yang anjlok hingga minus 8,8 persen. Pada Mei 2019, dua kelompok tersebut masih mencatatkan penjualan eceran yang tumbuh positif masing-masing di 0,8 persen dan 1,0 persen.

Di samping dua kelomok penjualan eceran tersebut, dua kelompok lainnya juga tercatat mengalami penurunan penjualan yakni peralatan informasi dan komunikasi yang minus 8,2 persen dan kelompok makanan, minuman dan tembakau yang minus 3,4 persen. Bank Sentral memperkirakan penjualan eceran akan kembali pulih dengan pertumbuhan positif di Juli 2019 karena meningkatnya konsumsi seiring tahun ajaran baru sekolah.

Hal itu terlihat dari IPR Juli 2019 yang diprakirakan tumbuh 2,3 persen (yoy). "Peningkatan penjualan eceran pada Juli 2019 ditopang oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori, kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, dan subkelompok Sandang," tulis BI dalam laporannya.

Bank Sentral juga mencatat terdapat perkiraan bahwa tekanan harga di tingkat pedagang eceran pada September 2019 akan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 131,4, lebih rendah dibandingkan dengan 138,3 pada bulan sebelumnya. Bank Sentral mensurvei penjualan eceran setiap bulan untuk melihat pergerakan Produk Domestik Bruto dari sisi konsumsi. Survei ini melibatkan 700 responden pengecer di 10 kota besar di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Penjualan Antam Capai Rp 14,43 Triliun

Pada paruh pertama tahun 2019,  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan pertumbuhan penjualan bersih unaudited sebesar 22% secara year-on-year (yoy)…

Penjualan Kereta Api Produksi Inka Capai 86 Persen di 2019

NERACA Jakarta – Progres penjualan Kereta Api produksi PT Industri Kereta Api (Inka) hingga Agustus 2019 mencapai 86 persen atau…

Penjualan Asiaplast Industries Tumbuh 15,25%

Di semester pertama 2019, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) membukukan mencatatkan penjualan bersih senilai Rp218,29 miliar atau naik 15,25% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Fintech Bakal Luncurkan Kode Etik

    NERACA   Jakarta - Tiga asosiasi di industri fintech yakni Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), bersama dengan Asosiasi Fintech…

Tingkatkan Akses Asuransi Syariah, FWD Life Gandeng K-Link

    NERACA   Jakarta - PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menandatangani perjanjian kerja sama dengan K-Link Indonesia (K-Link),…

Berjuang ala CIMB Niaga untuk Melayani Indonesia

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Tigor M Siahaan menegaskan, sejarah adalah bagian…