Perbedaan Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Konvensional

NERACA

Anda pasti sudah pernah mendengar mengenai intrumen investasi yang bernama reksa dana. Pada dasarnya, reksa dana merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Reksa dana terdiri dari berbagai jenis, di antaranya reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang memiliki sedikit perbedaan dengan reksa dana konvensional. Reksa dana jenis ini bukan berarti reksa dana yang mendapatkan aset investor pada berbagai macam fundamental mata uang atau berbagai macam bisnis valas.

Sedangkan, reksa dana pasar uang (Money Market Fund) adalah reksa dana yang menempatkan seluruh aset investornya pada instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang adalah efek yang jangka waktunya kurang dari setahun, misalnya sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, atau obligasi dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.

Dengan jangka waktu yang kurang dari satu tahun itu, otomatis reksa dana pasar uang itu lebih likuid dari reksa dana biasa. Jenis ini sangat cocok untuk investor pemula, yang masih lekat dengan berinvestasi di deposito, tetapi ingin menjajal berinvestasi di reksa dana. Oleh karena itu, kupon bunga reksa dana jenis ini bernilai hanya sedikit lebih tinggi dari suku bunga deposito.

Walaupun reksa dana ini memiliki bunga yang tidak jauh beda dari deposito, tetap saja reksa dana jenis ini memiliki lebih banyak keunggulannya.

Pertama, adanya kebebasan waktu penarikan. Reksa dana jenis ini memiliki likuiditas tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan deposito, investor hanya dapat mencairkan dananya jika memang sudah jatuh tempo. Jika investor deposito ingin menarik uangnya sebelum jatuh tempo, investor itu akan dikenakan penalti yang nilainya beragam, besarnya bisa mencapai lebih dari 10% bunga.

Kedua, investor dapat menentukan jumlah uang yang ingin dicairkan. Sementara itu di deposito, investor tidak dapat menentukan sendiri jumlah uang yang akan ia cairkan. Mau tidak mau, investor harus rela menarik seluruh uangnya di deposito plus seluruh imbal hasilnya.

Keunggulan reksa dana pasar uang lainya adalah keuntungannya yang lebih tinggi dari deposito. Hal ini disebabkan karena reksa dana jenis ini biasanya menempatkan sebagian dananya pada obligasi berjangka waktu pendek. Obligasi jenis ini, selain masalah pajak, reksa dana ini juga masih memiliki capital gain dari pasar sekunder, meskipun tidak begitu signifikan.

Tidak ada salahnya jika Anda yang baru mulai beralih profesi dari investor deposito ke investor reksa dana mencoba reksa dana jenis ini. Tetapi jika memang Anda telah memiliki pengetahuan yang memadai mengenai dunia pasar modal investasi ke dana Anda instrumen-instrumen yang memiliki capital gain yang lebih tinggi meskipun risikonya juga pasti akan lebih tinggi.

Related posts