Investor Mutiara Diumumkan April 2012 - Diperkirakan 10 Perusahaan

NERACA

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan siap mengungkapkan sekitar 10-an investor yang serius membeli saham PT Bank Mutiara Tbk (eks Bank Century). Namun demikian pengumuman resmi itu baru bisa dipublis pada akhir April 2012. "Ada 10-an dan itu campur (asing dan lokal), kurang lebih 50:50. Nanti akhir April baru kita umumkan peminat. Baru kemudian ke tahap berikutnya," kata Ketua Komisioner LPS Heru Budiargo usai menghadiri penandatanganan kerjasama jaringan PT Bank Mutiara Tbk dan PT Rintis Sejahtera di Kantor Pusat Bank Mutiara, Senin (2/4/2012).

Lebih jauh Heru berharap, investor yang benar-benar ingin membeli eks Bank Century ini lebih tinggi dibanding saat 2011 lalu."Lebih baik dari tahun lalulah. Tahun lalu ada 9 pendaftar, peminat 3," terangnya

Namun Heru tak mau banyak member penjelasan terkait pendaftar dari investor lokal dari perbankan BUMN yangberminat menjadi investor Bank Mutiara. Alasanya hingga saat ini prosesnya belum selesai. "Saya belum bisa beri komentar. Belum selesai, nanti kita umumkan akhir April. Setelah selesai daftar kemudian peminat," ucapnya.

Sementara itu, Dirut PT Bank Mutiara Tbk Maryono mengungkapkan aset ex Bank Century ini terus mengalami peningkatan. Bahkan telah mencapai sekitar Rp 13,3 triliun. "Saat ini sahamnya 99 % dimiliki oleh pemerintah (LPS). Terjadi peningkatan aset menjadi Rp 13,3 triliun dan NPL (kredit bermasalah) pada Desember 2008 sebesar 10,4% sekarang turun jadi 3,9 %," ucapnya Maryono.

Pada kesempatan yang sama, juga terjadi penandatanganan kerjasama jaringan ATM Prima. PT Bank Mutiara Tbk dan PT Rintis Sejahtera sebagai pengelola jaringan ATM prima kini telah menyatu. Saat ini terdapat 34.600 atm prima yang di dalamnya juga terdapat 8.500 jaringan ATM dari cabang BCA. "Saat ini terdapat 193 ribu nasabah Mutiara, sehingga bisa memanfaatkan jaringan ATM Prima yang ada di BCA serta nasabah BCA bisa menggunakan jaringan bank mutiara," tambahnya

Maryono menambahkan juga berupaya menggenjot fee based income (pendapatan non bunga) hingga 24%. Apalagi Integritas jaringan ATM Prima menjadi faktor pendorong Bank Mutiara dalam memperbesar porsi dana murah serta meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income) mencapai Rp 120 miliar atau tumbuh 24% dibanding realisasi 2011 sebesar Rp 97 miliar. “Sampai akhir 2012, kami menargetkan kenaikan transaksi tabungan sebesar 50% dan pendapatan non bunga (fee based income ) mencapai Rp 120 miliar atau tumbuh 24% dibanding tahun 2011 yang sebesar Rp 97 miliar,” ungkapnya

Dikatakan Maryono, ke depan nasabah Bank Mutiara bisa melakukan transaksi perbankan, yakni tarik tunai, cek saldo, transfer antarbank secara real-time online serta transaksi keuangan lainnya. “Nasabah Bank Mutiara tentu saja semakin fleksibel dan efisien karena kartu ATM Bank Mutiara sudah tergabung dalam ATM Prima dan ATM Bersama. Sejalan dengan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah,” singkatnya. **maya

Related posts