Kredivo “Turun Gunung” Ikut Mengajar di Desa Pogo Tena - Pacu Kualitas Pendidikan di NTT

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada dunia pendidikan dan peningkatan kualitas belajar dan mengajar, Kredivo, kartu kredit digital untuk milenial pertama di Indonesia memberikan dukungan pada program #iamchange yang digagas oleh Happy Hearts Indonesia untuk membangun konstruksi sekolah bagi anak usia dini di Nusa Tenggara Timur.

Mengusung slogan “Bantu Sekarang, Jangan Nanti”, Kredivo mengirimkan 20 orang staf Kredivo sebagai relawan untuk Happy Hearts Indonesia ke Desa Pogo Tena, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, sebagai perusahaan yang dirintis anak bangsa, Kredivo berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan dan give back to the society.”Bukan hanya melalui dukungan materil, kami senang dapat mengambil tindakan dengan terjun ke lapangan guna memperluas wawasan dan berinteraksi langsung dengan komunitas," ujarnya.

Indina menjelaskan bahwa para relawan terlibat langsung dalam beragam kegiatan seperti membangun konstruksi sekolah PAUD Sinar Pagi, membersihkan area, memasak, dan beberapa kegiatan interaktif dengan anak-anak usia sekolah dasar di daerah tersebut. Kredivo juga memberikan donasi yang diharapkan dapat membantu keberlanjutan program #iamchange.“Happy Hearts Indonesia memberikan kesempatan bagi Kredivo untuk ambil andil dalam mendukung pengembangan pendidikan dasar yang menjadi hak anak-anak di daerah pelosok Indonesia yang belum berkembang,” jelas Indina.

Sementara itu Sylvia Beinwinkler, CEO dari Happy Hearts Indonesia menyambut baik dukungan Kredivo untuk program #iamchange karena dapat mempercepat tercapainya tujuan program ini, yaitu untuk membangun 200 bangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur dalam lima tahun ke depan. Setiap sekolah akan dilengkapi dengan fasilitas, furnitur, materi edukasi dan area bermain yang memadai. Selain itu, para guru dan pengurus sekolah akan menerima program pelatihan yang relevan.”Meskipun kaya akan keindahan sumber daya alam, NTT adalah provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga di Indonesia. Melalui kegiatan pembangunan sekolah dengan fasilitas dan bangunan yang kokoh, tentunya akan membantu kegiatan belajar mengajar yang lebih berkualitas. Kepedulian Kredivo tentunya sangat membantu untuk memberikan harapan kepada anak-anak di sini untuk bersekolah dan mengubah hidupnya lewat pendidikan,” kata Sylvia.

Masih Tertinggal

Asal tahu saja, pendidikan di NTT masih belum mendapatkan perhatian yang memadai dan bahkan masih tertinggal. Hal inipun diakui langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Disampaikannya, pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di urutan ketiga terbawah secara nasional, setelah Papua dan Papua Barat. Karena itu, kata dia, dibutuhkan perhatian agar bisa setara dengan daerah lain."Ini bukan menjelek-jelekan, tapi fakta. Sesuai dengan perintah Presiden untuk mempercepat pendidikan di NTT agar setara dengan daerah lain," katanya.

Menurut dia, pencapaian ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) masih berada di bawah rata-rata standar nasional. Karena itu, Muhadjir akan menambah jumlah sekolah yang mengikuti UN online, terutama SMP yang masih tertinggal. Caranya, memberikan bantuan alat berupa komputer agar sekolah- sekolah di NTT bisa menggelar UN online. Untuk mempercepat pembangunan pendidikan di NTT, Muhadjir melanjutkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelontorkan dana Rp 959 miliar guna meningkatkan mutu pendidikan di NTT. "Bantuan dari Kemendikbud untuk NTT Rp 959 miliar untuk PAUD (pendidikan anak usia dini), SMP, SMA/SMK, kebudayaan, dan sertifikasi guru," ujarnya.

Dia mengatakan dana yang digelontorkan ke NTT ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Harapannya, mutu dan akses pendidikan di NTT meningkat. Pada 2017, kata dia, pihaknya juga telah mengirimkan 1.200 guru dari 6.000 guru garis depan (SM3T) untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTT. Guru- guru yang direkrut itu akan bertugas di desa-desa dengan jangka waktu lima tahun.

Kemudian untuk memajukan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,7 triliun untuk pengembangan pendidikan, baik fisik maupun non fisik.”Bantuan yang diberikan untuk pengembangan pendidikan di NTT termasuk yang terbesar, baik Dana Alokasi Khusus(DAK) maupun Bantuan Khusus dari Kemendikbud,”kata Muhadjir Effendy.

Bantuan pendidikan yang diberikan, diantaranya, melalui penguatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di daerah perbatasan, dengan memberikan fasilitas TIK kepada tiga sekolah di Kabupaten Belu. Sekolah yang mendapat bantuan tersebut adalah SMPN 1 Atambua, SMPN 2 Atambua, dan SMP Bina Karya Atambua. Masing-masing sekolah mendapatkan 20 unit komputer dan 1 unit server.

Pada kesempatan ini Wakil Gubernur NTT, Yosef A Nar Soe, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam meningkatkan pendidikan di daerahnya. Dia mengatakan, Pemprov NTT telah mengalokasikan dana pendidikan melalui APBD sebesar 20%, atau sekitar Rp 1,08 triliun untuk pengembangan pendidikan pada tahun 2019.”Sudah banyak Pemerintah pusat membantu kita. Kita harus terus berkomitmen dalam memajukan pendidikan di NTT, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru,” terangnya.

Merespon Menteri Muhadjir Effendy, Kepala Dinas Pendidikan NTT Yohana Lisapaly mengatakan akan meningkatkan mutu pendidikan dengan menaikkan rata-rata ujian nasional.

BERITA TERKAIT

Pelaku Usaha Sarang Burung Walet Harus Tingkatkan Kualitas

NERACA Jakarta – Para pelaku usaha sarang burung walet di Jawa Tengah diajak untuk meningkatkan kualitas produksi agar bisa mengambil…

Kartu Kredit Digital Kredivo Ciptakan Inovasi Checkout Tercepat

    NERACA   Jakarta – Kartu kredit digital, Kredivo menciptakan inovasi pembayaran digital di Indonesia dengan checkout 2-klik yang…

Fokus Pendidikan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian akan semakin gencar menjalankan berbagai program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Kampanyekan Mulai Bijak Sampah Plastik - Unilever Ubah Peduli Lingkungan Jadi Gaya Hidup

Darurat sampah plastik yang merusak lingkungan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Berangkat dari semangat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan bagian…

Tekan Angka Anak Jalanan - Pemkot Surabaya Berdayakan Jadi Barista

Masalah sosial seperti gelandangan dan anak jalan masih menyelimuti beberapa kota besar di Indonesia, maka dalam rangka menekan jumlah anak…

Cetak Developer Muda - Indosat Gelar Roadshow ID Camp di UNDIP

Indosat Ooredoo melalui program tanggung jawab perusahaan (CSR) pilar pendidikan telah meluncurkan IDCamp, sebuah program yang dirancang untuk mencetak developer/programmer…