WIKA Bukukan Kontrak Baru Rp 15,23 Triliun

NERACA

Jakarta – Dibalik pendapatan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang turun di semester pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan kontrak baru sebesar Rp 15,23 triliun. Dengan perolehan tersebut, maka order book WIKA sejak awal tahun hingga saat ini tercatat sebesar Rp 97,57 triliun. “Perolehan order book tumbuh 5% yoy. Adapun sepanjang semester I-2019 proyek yang telah diperoleh WIKA antara lain jalan tol Serpong-Balaraja, relokasi pipa Pertamina di Jawa Barat, hotel domestik terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dan proyek luar negeri lainnya seperti Malaysia, Aljazair dan Taiwan,”kata Direktur Utama WIKA, Tumiyana di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, WIKA menargetkan perolehan order book tahun ini sebesar Rp 145,54 triliun. Sehingga perolehan pada paruh pertama tahun ini sudah mencapai 67,3% dari target keseluruhan tahun. Selain itu, perolehan order book tahun ini juga disokong oleh proyeksi carryover 2019. Tahun ini, perseroan memproyeksikan perolehan carryover sebesar Rp 83,8 triliun. Angka tersebut ditargetkan naik 14,86% bila dibandingkan perolehan tahun lalu.

Adapun, tahun lalu proyek yang diperoleh WIKA antara lain jalan tol Padang-Pekanbaru senilai Rp 8,68 triliun, gedung di Senegal senilai Rp 3,5 triliun, Pelabuhan Kijing Mempawah sebesar Rp 2,49 triliun, terminal dan apron bandara Sultan Hasanuddin Rp 2,42 triliun, dan logement di Algeria senilai Rp 1,73 triliun. Kemudian, jembatan Teluk Laming senilai Rp 1,19 triliun, Pelabuhan Patimban senilai Rp 727,34 miliar, dam Sadawarna senilai Rp 617,48 triliun dan dam Randu Gunting di Jawa Tengan senilai Rp 585,54 miliar.

Perseroan begitu pede target kontrak baru bakal tercapai seiring beberapa kontrak baru yang dipegang. Apalagi, WIKA juga banyak mendapatkan tawaran pekerjaan konstruksi dari negara-negara di benua Afrika. Mahendra Vijaya, Corporate Secretary Wijaya Karya mengungkapkan, perseroan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan dari negara-negara di Afrika. Kendati demikian, emiten berkode saham WIKA itu tidak dapat menerima semua proyek.

Dia menuturkan harus melakukan kajian mendalam untuk proyek luar negeri yang diambil. Hal itu khususnya menyangkut faktor risiko dan keamanan. Mahendra menuturkan ada beberapa negara di Afrika yang kini tengah dalam proses negosiasi. “Calonnya banyak, ada Zanzibar, Madagaskar, Senegal, Rwanda, dan Pantai Gading,” ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan beberapa proyek yang disasar antara lain infrastruktur, seperti jalan dan pelabuhan, apartemen, serta gedung bank sentral. Potensi total nilai kontrak yang dapat dikantongi perseroan mencapai Rp2 triliun.

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Pastikan Proses Bisnis Sesuai GCG

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu memastikan perseroan selama ini telah menjalankan bisnis   sesuai dengan GCG.…

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…