SMI Terbitkan Obligasi Rp5,09 Triliun - Tawarkan Kupon Hingga 8,50%

NERACA

Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2019 sebesar Rp 4,09 triliun serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastrukur Tahap II tahun 2019 senilai Rp 1 triliun. Obligasi berkelanjutan tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 25 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Nantinya, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi seluruhnya akan digunakan untuk pembiayaan infrastruktur. Sementara dana penerbitan sukuk sekitar 90% akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan syariah melalui Unit Usaha Syariah Perseroan. Sisanya, 10% untuk investasi syariah oleh perseroan. Penggunaan dana untuk investasi syariah akan dilakukan dengan penempatan deposito bank syariah atau surat berharga syariah/sukuk.

Disebutkan, penerbitan obligasi terdiri dari 4 seri, yaitu Seri A, Seri B, Seri C, dan Seri D yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Untuk Seri A sebesar Rp 463 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,00% per tahun, bertenor 370 hari dan jatuh tempo pada 8 September 2020.

Seri B sebesar Rp 1,30 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,80% per tahun, bertenor 3 tahun dan jatuh tempo pada 28 Agustus 2022. Seri C sebesar Rp 1,03 tripiun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,10% per tahun, bertenor 5 tahun dan akan jatuh tempo pada 28 Agustus 2024. Seri D sebesar Rp 1,29 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,50% bertenor 7 tahun dan akan jatuh tempo pada 28 Agustus 2026.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 28 November 2019 sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi akan dibayarkan pada tanggal jatu tempo masing-masing seri obligasi. Sementara untuk sukuk mudharabah diterbitkan dalam empat seri. Untuk seri A sebesar Rp 423 miliar bertenor 370 hari dengan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk mudharabah yang besarnya adalah 8,49% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 7,00% per tahun.

Sukuk ini akan jatuh tempo pada 8 September 2020. Seri B sebesar Rp 417 miliar bertenor 3 tahun dengan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk mudharabah sebesar 9,33% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 7,80% per tahun. Sukuk ini akan jatuh tempo pada 28 Agustus 2022.

Kemudian seri C sebesar Rp 84 miliar bertenor 5 tahun dan seri dengan pendapatan bagi hasil berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk sebesar 1,95% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 8,10% per tahun. Sukuk ini jatuh tempo pada 28 Agustus 2024. Seri D sebesar Rp 76 miliar bertenor 7 tahun dengan pendapatan bagi hasil sukuk berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk 1,85% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 8,50% per tahun. Jatuh tempo pada 28 Agustus 2026.

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…