Mulai ada Sampah Plastik di Pulau Panjang

Hamparan pasir putih dan debur ombak seolah menyambut kedatangan Kapal Sapta Pesona 9 di Pulau Panjang pada akhir Juli lalu. Siang itu cukup terik dengan angin yang berhembus pelan. Saya menikmati perjalanan 15 menit dari Pantai Kartini ke Pulau Panjang hari itu dikutip dari CNN Indonesia.com. Pulau Panjang ada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Luasnya sekitar 19 hektare dan berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Pantai Kartini. Pohon pinus, bakau dan pepohonan besar menghiasi tempat tersebut dengan semak di antaranya. Siang itu, sedikitnya enam tenda warna-warni di bibir pantai. Ada yang tidur, ada pula yang sibuk jeprat-jepret. Lainnya, pasangan ABG yang bermain pasir dengan saling balas melemparkannya ke muka dengan manja. Saya sendiri mulai berjalan untuk mengelilingi pulau tersebut. Ada pengumuman soal ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta bagi siapa pun yang mencemari dan merusak lingkungan. Selain itu, terpampang petunjuk jalan ke musala, toilet hingga area kemping. Tapi, ada pula petunjuk jalan soal 'mantan terindah'. Sepanjang perjalanan saya memang menemukan tempat-tempat 'lucu' untuk merenung soal mantan-mungkin dari soal patah hati hingga ditinggal kawin, atau sekadar berfoto. Ada jalan sunyi yang dikelilingi pepohonan. Sepasang ayunan yang tersembunyi di bibir pantai. Batang pohon yang 'terdampar' di hamparan pasir putih. Ada pula sejumlah papan pengumuman yang dijumpai mengimbau agar tak mengotori dan merusak alam di Pulau Panjang. "Kita putus!!! Kalau kamu buang sampah sembarangan." "Cuma kenangan yang boleh dibuang ke laut, bukan sampah." Pulau Panjang sendiri selama 25 tahun terakhir dikelola oleh pihak ketiga dengan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Jepara. Pada tahun ini, pengelolaan pulau tersebut mulai dikelola Pemerintah Kabupaten Jepara untuk destinasi wisata. "Setelah masa kerja sama selesai, akan dikelola kembali oleh pemkab," kata Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam situs resmi Pemprov Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Jepara juga berupaya menjaga ekosistem di Pulau Panjang dengan menggandeng pelbagai pihak. Ada konservasi terumbu karang. Juga menjaga keberlangsungan pelbagai flora macam Randu, Petai Cina, Putri Malu, hingga Kangkung Laut. Namun, saya pun menemukan sampah yang berserakan. Di sejumlah lokasi saya melihat pelbagai bungkus plastik: gula, air minum kemasan, bumbu mie instan hingga bungkus kecap bercampur dengan dedaunan yang jatuh dan ranting yang patah. Saya belum memastikan apakah sampah itu terseret arus laut atau memang sengaja dibuang oleh pengunjung sebelumnya."Niatnya dekat dengan alam, malah bikin kotor," kata salah seorang pengunjung. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan sampah laut terbesar berasal dari daratan karena layanan pengolahan limbah padat yang tak maksimal. Selain itu, sampah itu pun terbawa dari aliran sungai. Kementerian tersebut menyatakan sampah membunuh ratusan ribu mamalia laut setiap tahunnya. "Dia masuk ke dalam rantai makanan dan mengancam kesehatan manusia," demikian KLHK. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyatakan kehadiran mikro plastik mengancam biota laut. Data Bank Dunia, seperti dikutip KKP, menyatakan sebanyak 400 ribu ton sampah plastik diperkirakan masuk ke perairan Indonesia setiap tahunnya. Saya terus menyusuri jalan di Pulau Panjang Di tengah jalan, ada rombongan siswa pecinta alam asal Solo, Jawa Tengah sibuk berfoto di jembatan kayu yang menjorok ke laut. Ada pula tiga perempuan yang juga sibuk mengabadikan momen mereka. Sekitar 1 jam lebih, saya berhasil mengelilingi keseluruhan pulau. Saya pun duduk di tepian pantai sesudahnya. Angin, pasir putih dan debur ombak turut menemani. Kali ini, sampah plastik di surga kecil bernama Pulau Panjang cukup menggelitik pikiran saya-dan sedikit soal mantan. Tepatnya, mantan teman yang jadi kekasih hari ini.

BERITA TERKAIT

Pertambangan - Lebih Efisien, Batu Bara Mulai Diperdagangkan Secara Digital

NERACA Jakarta – E-commerce atau pemasaran digital melalui dunia maya sudah merambah sektor bisnis pertambangan, terutama batu bara. Perusahaan tambang…

Serap Saham Tiga Pilar Sejahtera - FISH Pastikan Tidak Ada Dampak Material

NERACA Jakarta – Menyikapi aksi korporasi PT FKS Food And Ingredients (FKS FI) yang bakal menyerap saham PT Tiga Pilar…

Jangan Sampai Ada Tax Amnesty Jilid II

    NERACA   Jakarta - Ekonom Senior Rizal Ramli menentang wacana pemerintah untuk mengadakan tax amnesty kedua. Rizal mengatakan,…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Siap-siap Napak Tilas Gunung Krakatau Bulan Ini

Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu, Provinsi Lampung kembali akan menggelar acara tahunan Lampung Krakatau Festival 2019 di Kota Bandar…

Lampion Terakhir di Dieng

Ajang tahunan Dieng Culture Festival (DCF) telah memasuki tahun kesepuluh. Sejak pertama kali digulirkan 10 tahun yang lalu, ajang ini…

Pilihan Wisata di Lampung selain Krakatau

Dari Jakarta, Lampung bisa ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit atau perjalanan darat selama sekitar delapan jam sudah termasuk dengan…