'Menyelamatkan' Stok ASI di Kulkas Ketika Listrik Padam

Ketika listrik padam, ibu menyusui langsung merasa panik. Apalagi mereka yang punya banyak stok ASI perah dalam lemari es. Bagi ibu menyusui, lemari es memang jadi sahabat setia. Ketika listrik padam dan lemari es mati, ada ketakutan kalau stok asi bakal basi dan tak lagi bisa diminum bayi. Hanya saja, jangan dulu panik ketika listrik padam dan stok asi di lemari es terancam basi. Pasalnya ada beberapa kondisi di mana Anda masih bisa menyelamatkan stok ASI tanpa lemari es saat mati lampu. "Sebenarnya tak perlu stok ASI perah yang banyak disimpan dalam lemari es. Secukupnya saja," kata Ameetha Drupadi, dokter konselor laktasi sekaligus founder Pejuang ASI Indonesia dikutip dari CNNIndonesia.com "ASI perah itu hanya hanya diberikan saat Anda tak bersama dengan bayi. Tapi saat sedang bersama bayi lebih baik menyusui langsung, tak perlu pumping." Meski demikian, tak ada salahnya untuk menyimpan stok ASI di lemari es. ASI yang biasanya disimpan dalam freezer dan mencair masih bisa diselamatkan sekalipun sudah mencair. "Kalau ASI disimpan di freezer, (ketika listrik padam) akan mencair. Tapi kalau ASI masih ada es-esnya atau masih ada titik bekunya, ketika listrik sudah menyala masih bisa dibekukan kembali di freezer."Syaratnya kalau masih ada titik bekunya." Namun jika ASI sudah mencair semua (tak ada lagi es beku yang tersisa di dalamnya), maka ASI harus segera diberikan ke bayi dalam waktu 24 jam. Hanya saja kondisi ini berbeda ketika ASI tak disimpan di freezer, melainkan di chiller atau di kulkas bagian bawah maka ASI hanya bisa bertahan selama 6-12 jam ketika listrik padam. Padahal idealnya ketika listrik tak mati, maka ASI di chiller bisa disimpan selama 2-5 hari tergantung kondisi kulkas. "Kalau lemari esnya khusus ASI dan tak dibuka tutup maka bisa sampai lima hari. Tapi kalau dicampur hanya bisa dua hari." Kondisi yang berbeda juga terjadi ketika saat listrik padam, ada ASI perah segar -ASI baru perah yang belum masuk lemari es.-"Pada dasarnya, ASI baru perah itu kalau ditaruh di suhu ruang hanya bisa bertahan 6-8 jam saja, tergantung suhu ruangannya. Kalau terkena matahari hanya 4-6 jam, kalau di ruang ber-ac bisa delapan jam," kata Ameetha. Satu hal yang pasti, kata Ameetha, jangan terlalu berpatokan dengan ukuran jam. Ketika bicara tentang ASI basi atau kedaluarsa, perubahan struktur dan aroma ASI adalah petunjuk yang utama dibanding ukuran waktu. "Ciri ASI rusak itu antara lain konsistensinya yang sudah berubah jadi mengental seperti tahu. ASI sudah berbau asam seperti muntah, dan rasanya juga sudah berubah jadi asam," ucapnya. "Warna sebenarnya tak terlalu terlihat, tapi biasanya berwarna lebih pucat dari biasanya."

BERITA TERKAIT

Olahraga Yang Paling 'Tokcer' Buat Seks Makin 'Hot'

Sudah bukan rahasia lagi jika olahraga bisa membantu menjaga tubuh tetap sehat dan membantu menjaga kehidupan seksual tetap menyala. Bukan…

Infeksi Candida Auris, Jamur Kebal Obat yang Mematikan

Infeksi jamur candida auris semakin mengancam dunia. Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan obat maupun cara yang mampu menangkal infeksi…

Ini Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Daun kelor merupakan daun asal India yang telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Daun dengan nama ilmiah moringa…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Olahraga Yang Paling 'Tokcer' Buat Seks Makin 'Hot'

Sudah bukan rahasia lagi jika olahraga bisa membantu menjaga tubuh tetap sehat dan membantu menjaga kehidupan seksual tetap menyala. Bukan…

Infeksi Candida Auris, Jamur Kebal Obat yang Mematikan

Infeksi jamur candida auris semakin mengancam dunia. Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan obat maupun cara yang mampu menangkal infeksi…

Ini Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Daun kelor merupakan daun asal India yang telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Daun dengan nama ilmiah moringa…