Jaya Trishindo Bukukan Untung Rp2,5 Miliar - Berkah Momentum Politik

NERACA

Jakarta – Meskipun bisnis penyewaan jasa helikopter memiliki segmen pasar tertentu, namun pasarnya tetap menjanjikan. Hal inilah yang dirasakan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) yang berhasil mencetak kinerja keuangan yang positif dengan membukukan laba bersih Rp 2,5 miliar atau tumbuh 7,29% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,35 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin,

Selain itu, perseroan juga membukukan pendapatan meningkat sebesar 6,84% menjadi Rp27,01 miliar dari torehan pada tahun sebelumnya senilai Rp25,28 miliar. Di sisi lain, beban pokok pendapatan turut meningkat 9,39% menjadi Rp16,19 miliar dari tahun sebelumnya Rp14,8 miliar. Alhasil, laba kotor yang dikantongi perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,14% dari tahun sebelumnya senilai Rp10,48 miliar menjadi Rp10,81 miliar pada semester I/2019.

Kemudian emiten transportasi ini juga membukukan total liabilitas semester I/2019 tercatat senilai Rp90,32 miliar. Sementara itu, ekuitas pada periode tersebut tercatat senilai Rp105,8 miliar. Adapun total asetnya menyusut dari Rp264,56 miliar pada akhir 2018 menjadi Rp196,13 miliar pada akhir Juni 2019. Asal tahu saja, momentum pemilu kemarin, perseroan meraup berkah dengan tren kenaikan jasa sewa helikopter. Direktur Utama Jaya Trishindo, Edwin Widjaja membenarkan adanya tren permintaan penerbangan charter helikopter di musim kampanye politik. “Berkaca pada tahun-tahun lalu, musim kampanye meningkatkan utilisasi 10%,”ungkapnya.

Saat ini jumlah armada perusahaan dengan kode saham HELI itu sebanyak lima unit. Utilisasi helikopter setiap bulannya, kata Edwin, rata-rata mencapai 70%. Permintaan terbanyak charter helikopter Jaya Trishindo saat ini lebih banyak berasal dari segmen business to business (BtoB). Industri perkebunan disebut Edwin memiliki permintaan terbanyak.

Dirinya menyakini, musim kampanye politik menjadi katalis kinerja HELI. Sebab, pada semester I-2018, pendapatan perusahaan tercatat Rp 25,2 miliar, melorot 21,9% dari Rp 32,3 miliar di semester I-2017. Tengok saja, HELI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2018 kemarin sebesar 60,99% atau menjadi Rp14,575 miliar, dibanding periode yang sama tahun 2017yang tercatat sebesar Rp9,05 miliar.

Sementara pendapatan perseroan tercatat Rp279,266 miliar atau naik 82,35% dibandingkan akhir Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp153,15 miliar. Kemudian dalam rangka memperkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, perseroan melalui anak usahanya PT Komala Indonesia menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp150 miliar.

Direktur Independen dan Sekretaris Perusahaan HELI, Erwin Budi Satria bilang, hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk menambah armada helikopternya. MTN tersebut memiliki jangka waktu sekitar 1-2 tahun.“Dananya sebagai penambahan modal kerja untuk penambahan fleet,"ujarnya.

Menurut Edwin, pada tahun depan, perseroan merencanakan ekspansi usaha dengan membeli fasilitas perawatan dan perbaikan untuk pesawat terbang dan helikopter (aircraft maintenance organization).

BERITA TERKAIT

Ketika Mimpi Itu Terwujud Sebelum Ada Penyesalan

Hambali (58) hanya bisa meratapi masa pensiunnya dengan penuh penyesalan karena di usianya yang sudah tidak lagi muda belum memiliki…

Pelaksanaan IPO Dilanjutkan - Nara Hotel Apresiasi Hasil Keputusan OJK

NERACA Jakarta – Berdasarkan keputusan akhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap kisruh gagalnya penawaran umum saham perdana atau initial public…

Targetkan IPO Semester I 2020 - Bank DKI Menunggu Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Wacana lama PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Bank DKI) mencatatkan saham perdananya di pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terlibat dalam Perjanjian Kontrak - Peran Penegak Hukum Bakal Ganggu Iklim Investasi

Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan investasi membuat ketidakpastian dalam berusaha. Kalangan investor menjadi tidak nyaman,  seperti kasus PT…

BEI Beri Sanksi Suspensi 19 Emiten - Melalaikan Kewajiban Biaya Pencatatan Tahunan

NERACA Jakarta – Musim laporan kinerja keuangan emiten menjadi momentum yang ditunggu para analis dan juga investor untuk memetakan investasi…

Ditopang Pondasi Bisnis Kuat - BTN Optimis Bakal Raup Laba Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyampaikan optimistis akan meraup laba Rp3 triliun dengan berbagai bauran strategi…