‎Walikota Depok Tuntas Bangun Janji Prioritas Ekonomi - Mangkraknya Belasan Tahun Pembangunan Sektor Ekonomi

‎Walikota Depok Tuntas Bangun Janji Prioritas Ekonomi

Mangkraknya Belasan Tahun Pembangunan Sektor Ekonomi

NERACA

Depok - Walikota Depok optimalisasikan untuk menuntaskan janjinya dalam APBBD 2020 dan 2021. Bahkan program infrastruktur ekonomi yang mangkrak belasan tahun juga telah dan akan dimulai pembangunannya dalam dua tahun ke depan.‎ Demikian berbagai hal yang disampaikan Walikota Depok DR. K.H. M. Idris dalam berbagai kesibukannya kepada NERACA, baru-baru ini.

Hal tersebut menurutnya, dengan memacu berbagai kegiatan pembangunan ekonomi yang dianggarkan dalam APBD, diantaranya segera mulai 2020 dapat dibangun jalan underpass lintasan Kereta Api Dewi Sartika dan Penataan kawasan ekonomi Pasar Citayem dan stasiun Kereta Api yang selama ini mangkrak dan macet berdampak macet hingga menghambat kegiatan laju perekonomian dalam berbagai sektor pembangunan.

“Hal itu makin optimis pembangunannya yang sesuai janji kampanye kami bisa hingga mencapai 100 persen," katanya.

“Kami yang berpasangan dengan Pradi Supriatna berharap tahun depan 2020, semua kegiatan pembangunan infrastruktur ekonomi dan lainnya yang terkait yang jadi prioritas sudah mencapai lebih dari 90 persen,” ujarnya metakinkan pada NERACA dalam suatu kesempatan.

Apalagi hal itu, lanjutnya, adanya komitment Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang datang secara khusus untuk memberikan bantuan keuangannya untuk berbagai kegiatan memacu laju perekonomian. Kota Depok dalam hal kebutuhan infrastruktur ekonomi.

"Sedikitnya akan dialokasikan bantuan dananya dari APBD Provinsi Jabar sekitar Rp 300 miliar pada APBD Perubahan 2019 dan 2020, diantaranya untuk penataan Citayem dan Underpass Dewi Sartika,"‎ ujarnya menjawab NERACA.

Oleh sebab itu, Walikota sangat optimis janji kampanye akan dapat selesai tepat waktu pada 2021.“Yang sudah terealisasi itu alun-alun, insya Allah tahun ini selesai. Kemudian peningkatan honor bagi guru honorer di sekolah negeri dan siswa tidak mampu, kami sudah naikkan tunjangannya,” tuturnya menambahkan.

Dikatakan, pihaknya telah merealisasikan infrastruktur di bidang kesehatan berupa Puskesmas 24 jam, RSUD wilayah timur yang tahun ini akan dimulai pembuatan DED dan pembangunannya akan dilakukan pada 2020 di wilayah Tapos. Juga peningkatan anggaran Posyandu sudah kami anggarkan untuk tahun 2020. Kenaikan ini untuk dorong gairah perekonomian kota.

Menurut Walikota, prestasi IPM Kota Depok 2015 yang masih di angka 79,11, ternyata seiap tahunnya terus meningkat hingga 2018 telah mencapai kenaikan sangat membanggakan diatas 80. Raihan prestasi Kota Depok ini juga selalu diatas angka IPM Nasional yang hanya hanya bisa mencapai 71, 39 pada tahun 2018.

Data yang diperoleh NERACA, kemajuan kinerja kepemimpinan Walikota Mohammad Idris dan pasangannya Pradi Supriatna di Kota Depok, dalam pengabdiannya untuk kepentingan warganya; diantaranya komitmen yang mampu dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang juga selalu diatas capaian nasional yang sekitar 5,4 persen pada tahun 2018. Karena, LPE Kota Depok setiap tahunnya selalu diatas angka 7 persen, dimana pada 2018 angkanya naik 0,64 menjadi 7,28 persen.

"Hal tersebut terus dupayakan dengan banyak diminati investor untuk berinvestasi di bidang property dan kuliner selain sektor riil lainnya. Sehingga membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli," ujar Kepala DPMPTSP Kota Depok, Dra. Hj. Yuliestiani Muchtae MM menjelaskan.

Bahkan, lanjutnya, Pemkot Depok melalui Dinas Penanaman Perijinan Terpadu Satu Pintu (BKMPTSP) akan terus memanjakan investor dengan sistem Online Single Window, agar lebih mudah dan lebih cepat pelayanan berbagai perijinannya.

Apalagi data yang diperoleh NERACA dari BPS Kota Depok, tingkat inflasi Kota Depok angkanya juga selalu dibawah rata-rata nasional; yakni Kota Depok angkanya hanya berkisar pada posisi inflasi antara 0 dibawah 2 persen setiap bulannya. Bahkan terendah di Indonesia yang juga seing terjadi deflasi minus dibawah nol. Hal ini adanya upaya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok yang mampu menyediakan pasokan berbagai kebutuhan bahan pangan, agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.

“Saya yakin sampai RPJMD selesai pada 2021, seluruh janji kampanye akan terselesaikan,” tutur Walikota Depok sebagaimana diperoleh NERACA. Dasmir

BERITA TERKAIT

Jaga Kelestarian Alam Jatiluwih, Pemkab Tabanan Gandeng Duta Hijau Bali 2019

Jaga Kelestarian Alam Jatiluwih, Pemkab Tabanan Gandeng Duta Hijau Bali 2019 NERACA Tabanan, Bali - Untuk menjaga dan melestarikan alam…

Kopitu: Pemerintah Belum Optimal Terhadap UMKM

Jakarta-Pemerintah dinilai belum optimal memberikan perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga belum memberikan dampak yang berarti. Padahal,…

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun - Perlu Studi Tentang Air Baku

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun Perlu Studi Tentang Air Baku NERACA Sukabumi - Menyusutnya tiga sumber mata…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim NERACA Denpasar - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM memindahkan Satgas pengawas…

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"   NERACA Bandung - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap kalangan…

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang   NERACA Serang - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten berkurang 14,28 ribu…