Indosat Cetak Pendapatan Rp 12,29 Triliun

NERACA

Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT) di paruh pertama tahun ini tumbuh positif, meksi masih mencatatkan rugi. Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (6/8), emiten operator seluler ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp12,29 triliun atau tumbuh 11,08% dari semester pertama tahun 2018 sebesar Rp11,06 triliun.

Perseroan menjelaskan, pertumbuhan pendapatan ditopang dari kontribusi terbesar di lini usaha seluler yakni sebesar Rp9,96 triliun atau tumbuh 15,2% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp8,64 triliun. Sisanya, berasal dari lini usaha multimedia, komunikasi data dan internet sebesar Rp1,99 triliun. Pendapatan dari lini usaha ini turun 1,04% dari Rp2,01 triliun pada enam bulan pertama di 2018. Lalu, pendapatan perseroan juga berasal dari telekomunikasi tetap sebesar Rp341,82 miliar atau turun 16,76% dari Rp410,64 miliar pada periode yang sama tahun 2018.

Kendati membukukan pertumbuhan pendapatan, ISAT masih harus berupaya menurunkan rugi karena pada semester I/2019, rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp331,89 miliar. Angka ini telah mengalami penurunan sebesar 52,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu ketika perseroan membukukan rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp693,76 miliar.

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz A. A. Al-Neama mengatakan, pencapaian positif laporan kinerja perusahaan menunjukkan bahwa Indosat mampu mengeksekusi dengan baik strategi dan membuat kemajuan yang baik dalam upaya peningkatan jaringan. “Kami terus mempercepat kemampuan digital kami serta mendengarkan masukan dari pelanggan dan masyarakat. Pertumbuhan basis pelanggan menunjukkan indikasi yang baik bahwa masyarakat dan pelanggan mendapatkan pengalaman positif dari upaya turn-around kami,”ujarnya.

Disampaikannya, perseroan ingin memanfaatkan momentum ini dan terus memberikan pengalaman positif bagi pelanggan. Ke depan, prioritas adalah mempercepat peningkatan jaringan 4G, memperkuat penawaran dan memperluas jangkauan jaringan kami sehingga lebih banyak orang dapat menikmati dunia digital. Indosat Ooredoo mencatat belanja modal sebesar Rp5,4tn untuk periode SMT1 2019, meningkat sebesar 101,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, hal ini kembali menegaskan penggelaran jaringan 4G yang intensif.

Pendapatan data, lanjutnya, tumbuh sebesar 22,8% pada SMT1 2019, sebagai hasil dari pertumbuhan trafik data sebesar 68,7%. Basis pelanggan tercatat sebanyak 56,7 juta, meningkat sebesar 6,4% dibandingkan TW1 2019 diakibatkan oleh peningkatan kualitas layanan jaringan serta penawaran produk yang inovatif serta menarik. Kualitas layanan perusahaan yang lebih baik mengembalikan pengalaman yang positif bagi pelanggan sehingga menghasilkan penambahan positif pada jumlah pelanggan.

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…