Memetik Laba Dari Bank Sampah

NERACA

Selain bisa didaur ulang menjadi barang lain berdaya guna dan bernilai ekonomi cukup tinggi, sampah juga bisa diinvestasikan setara dengan investasi modal atau uang di bank atau sesuatu bidang usaha.

Memang, sepintas mirip usaha daur ulang sampah pada umumnya. Bedanya, Bank Sampah ini cara kerjanya sama dengan bank. Ada tabungan sampah, deposito sampah, dan usaha simpan pinjam.

Pada bank sampah, masyarakat menabung dalam bentuk sampah yang sudah dikelompokkan sesuai jenisnya. Mereka juga mendapatkan sejenis nomor rekening dan buku tabungan. Pada buku tabungan mereka tertera nilai Rupiah dari sampah yang sudah mereka tabung dan memang bisa ditarik dalam bentuk Rupiah (uang).

Bank sampah bekerjasama dengan pengepul barang-barang plastik, kardus dan lain-lain, untuk bisa me-rupiahkan tabungan sampah masyarakat, dengan pengolah pupuk organik untuk menyalurkan sampah organik yang ditabungkan dan dengan para pengusaha kerajinan tangan atau usaha kreatifitas lainnya, untuk menjual sampah masyrakat yang non organic.

Tidak hanya itu Bank sampah juga bekerja sama dengan perusahaan pengelola sampah kertas , besi dan plastic untuk mengelola sampah tersebut secara professional.

Pengelolaan Bank sampah mirip dengan pada bank umum lainnya. Setiap nasabah datang dengan lima kantong sampah yang berbeda. Kantong yang berisi :

1. Kantong 1 berisi sampah organik

2. Kantong 2 berisi sampah plastic

3. Kantong 3 berisi sampah kertas

4. Kantong 4 berisi sampah botol

5. Kantong 5 berisi sampah kaleng

Sedangkan untuk sampah besi , kayu, drum bisa menghubungi kami langsung dan nanti kami akan mengambil langsung kerumah Anda. Bank sampah memotong dana 15 persen dari nilai sampah yang disetor nasabah. Dana itu digunakan untuk membiayai kegiatan operasional, seperti fotokopi, pembuatan buku tabungan, dan biaya lainnya. Kami harus melakukan pemotongan karena bank ini memang dikelola bersama-sama.

Tiap nasabah memiliki karung ukuran besar, yang tersimpan di bank untuk menyimpan seluruh sampah yang mereka tabung. Tiap karung diberi nama dan nomor rekening tiap nasabah. Tujuannya agar setiap tukang rongsok datang, petugas bank tidak kebingungan memilah tabungan sampah tiap nasabah.

Related posts