Penjualan COCO Tumbuh Melesat 103,35% - Manisnya Bisnis Cokelat

NERACA

Jakarta – Emiten produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) berhasil membukukan kinerja keuangan di paruh pertama tahun ini cukup manis. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan di Jakarta, kemarin menyebutkan, penjualan bersih tercatat Rp90,35 miliar atau naik 103,35% dibandingkan dengan semester I/2018 senilai Rp44,43 miliar.

Perseroan mengungkapkan, penjualan berasal dari produk compound chocolate senilai senilai Rp65,36 miliar atau naik 317,37% secara tahunan, diikuti real chocolate Rp16,30 miliar, dan cocoa powder senilai Rp8,69 miliar. Produsen cokelat dengan merek dagang Schoko ini, melakukan penjualan produk terbesar kepada PT Mitra Dunia Pangan senilai Rp59,21 miliar dan PT JCO Donut & Coffee senilai Rp18,99 miliar.

Meski beban pokok penjualan naik 129,07% menjadi Rp73,28 miliar, tetapi perseroan mampu menekan beban penjualan 26,13%. Dengan demikian, laba bersih yang dikantongi COCO ini senilai Rp3,65 miliar pada semester I/2019, naik 135,48% dibandingkan dengan semester I/2018 senilai Rp1,55 miliar.

Sekretaris Perusahaan Wahana Interfood, Gendra Fachrurozi menjelaskan, kinerja positif perseroan didorong strategi diversifikasi penjualan sejak tahun lalu. Perseroan mendistribusikan produk Schoko ke ke seluruh wilayah di Indonesia, guna menjangkau konsumen selain dari Bandung dan Jakarta.”Dengan semakin dikenalnya produk-produk perseroan di seluruh wilayah Indonesia, permintaan terhadap produk perseroan akan terus meningkat dengan ditambah banyak demo bikin kue dan penempatan distributor-distributor di kota-kota besar di Indonesia,"ujarnya.

Selain memperluas pasar, emiten berkode saham COCO ini juga melakukan pengembangan produk dan menerapkan kebijakan harga yang kompetitif. Perseroan menjaga kenaikan permintaan produk dengan menambah kapasitas pabrik. COCO telah memulai pengembangan pabrik dan mesin baru yang sedang dalam proses pengerjaan.

Penambahan kapasitas dilakukan di atas tanah seluas 6.280 meter persegi berlokasi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pabrik baru tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada semester II/2020 dengan kapasitas 4.500 ton per tahun. Sebagai informasi, perseroan tahun ini menargetkan laba sebesar Rp 3 miliar atau sama dengan target di 2018. Sementara di tahun 2020, laba Wahana Interfood ditargetkan sebesar Rp 2,4 miliar atau turun dibandingkan tahun sebelumnya karena besarnya biaya yang dikeluarkan untuk investasi mesin dan pabrik baru.

Selanjutnya di tahun 2021, laba ditargetkan Rp 11 miliar seiring dengan beroperasinya pabrik baru. Perseroan begitu optimistis dapat meningkatkan penjualan seiring konsumsi coklat di Indonesia yang masih rendah yakni 400 gram per tahun per orang. Apalagi, setelah mesin baru beroperasi penuh pada 2021, penjualan bisa mencapai Rp250 miliar dan laba Rp11 miliar.

BERITA TERKAIT

KREDIT UMKM BRI TUMBUH

Direktur Utama BRI Suprajarto (tengah) berpose bersama seluruh jajaran direksi BRI disela paparan kinerja keuangan triwulan II/2019 di Jakarta, Rabu…

Tumbuh 8%, Laba BRI Capai Rp16,16 Triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero mencatat laba konsolidasi pada kuartal II 2019 tumbuh 8,19 persen secara…

Pacu Pertumbuhan Bisnis - Sentral Mitra Informatika Bidik Pasar Hotel di Bali

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) membidik pasar perhotelan di Bali dengan menawarkan manager…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…