Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Di Kampus

Penyalahgunaan narkoba obat-obatan terlarang tidak mengenal usia dandan siapapun dapat menjadi korban. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan Duta Anti Narkoba Universitas Multimedia Nusantara bekerjasama dengan perguruan tinggi itu melakukan tes urine secara mendadak. “Kita bekerjasama dengan pihak kampus untuk melakukan tes urine secara mendadak,” kata Duta Anti Narkoba, Kezia Gananda di Jakarta.

Tes urine tersebut merupakan kewajiban bagi mahasiswa baru di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Selain melakukan tes urine, dirinya sebagai Duta Anti Narkoba terus mengkampanyekan kepada mahasiswa yang ada di lingkungan UMN untuk tidak menggunakan narkoba. Caranya menggelar acara tahunan yang diberi nama Aksi Narkoba Week.

“Tahun lalu kita mengundang Raditya Oloan dan Joanna Alexandra yang dulunya pemakai juga sekaligus pengedar,” kata dia.

Cerita Raditya Oloan dan Joanna Alexandra yang menjadi motivasi tersendiri bagi anak muda untuk tidak menggunakan narkoba karena mereka bilang. Mereka menyesal memakai narkoba. Mereka menegaskan bahwa narkoba menghancurkan masa depan para pemuda.

Sedangkan Universitas Nasional (Unas) menyatakan telah lama menerapkan standar kebijakan yang tegas dan komprehensif dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di kampus terhadap para calon mahasiswa. "Sudah jadi standar kami untuk penanganan kasus narkoba itu, dari upaya pencegahan kami sudah melakukan itu, dan itu sudah lama sekali," kata Kepala Divisi Public Relations Unas, Dian Metha Ariyanti saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/7).

Dalam upaya pencegahan tersebut, Kampus Unas memiliki kebijakan dalam seleksi cukup ketat terhadap para calon mahasiswa baru.

Selain meminta mahasiswa baru untuk melakukan tes secara tertulis, Unas juga melakukan tes wawancara dan tes kesehatan berupa tes urine yang dilakukan untuk melihat apakah calon mahasiswa baru itu terindikasi menggunakan narkoba atau tidak. Tahapan tes tersebut wajib diikuti oleh seluruh calon mahasiswa tanpa terkecuali.

Selain itu, calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan agar mahasiswa menaati aturan kampus, termasuk tidak melakukan penyalahgunaan narkoba.

Bagi para calon mahasiswa yang sudah menjadi mahasiswa kemudian terindikasi atau terbukti melanggar aturan itu, pihak berwenang di kampus, berhak melakukan pemecatan terhadap mahasiswa tersebut. "Peraturan Unas sudah tegas dan firm bahwa apa pun yang mereka lakukan kaitannya dalam penyalahgunaan narkoba, kami pasti melakukan penindakan tegas, dengan dikeluarkan dari kampus," ujar Metha.

Saat sudah menjadi mahasiswa aktif, Unas juga bekerjasama dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan razia dan tes urine secara random.

Aktivis Lingkar Ganja Nusantara (LGN) Bara Dopio mengatakan perlu adanya edukasi terkait bahaya narkoba yang dilakukan mulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah maupun perguruan tinggi. “Edukasi bahaya narkoba perlu dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga perguruan tinggi,” kata Manager Program Lingkar Ganja Nusantara (LGN) itu.

Edukasi di lingkungan keluarga bisa dimulai dengan mengenalkan macam-macam jenis narkoba apa saja, zat yang terkandung di dalamnya hingga bahaya yang ditimbulkan jika mengkonsumsi narkoba seperti apa. (ant)

BERITA TERKAIT

BPBD Magelang Padamkan Api di Lereng Gunung Andong

BPBD Magelang Padamkan Api di Lereng Gunung Andong Sekitar dua hektare lahan hutan di lereng Gunung Andong, di Dusun Temu,…

Ramai-Ramai Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Ramai-Ramai Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memulai…

150 Hektar Lahan Terbakar di Kolaka Timur

150 Hektar Lahan Terbakar di Kolaka Timur Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Apresiasi Untuk Menperin Majukan Industri Mobil Nasional

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Irwan Kurniawan mengapresiasi Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto atas kebijakannya memajukan…

Ini Dia, Pemasok Komponen Lokal Mobil Esemka

Menanggapi komentar bahwa mobilnya buatan pabrikan China, produsen mobil Indonesia PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) melalui presiden direkturnya Eddy Wirajaya…

Mobil Esemka Kompetitif?

"Esemka ini hanya perusahaan nasional, jadi bukan mobil nasional. Kita bersyukur bisa merintis mobil karya anak Indonesia. Semoga bisa memberikan…