Laba Bersih Gudang Garam Tumbuh 16,42%

Semester pertama 2019, emitem produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengantongi pendapatan senilai Rp52,74 triliun atau naik 16,42% dari semester I/2018 senilai Rp45,31 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan mencatatkan beban pokok penjualan naik 17,82% menjadi Rp42,79 triliun. Sementara itu, perseroan membukukan laba kotor Rp9,96 triliun atau tumbuh 10,79% secara tahunan. Sementara pendapatan lainnya juga sebesar Rp90,77 miliar atau naik 50,23% secara tahunan, beban usaha Rp4,05 triliun, beban lainnya Rp15,64 miliar. Serta rugi kurs Rp10,19 miliar, dari sebelumnya memperoleh laba kurs Rp36,44 miliar.

Dengan raihan tersebut, Gudang Garam mengantongi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp4,28 triliun pada semester I/2019, naik 20,43% dari semester I/2018 senilai Rp3,55 triliun. Jumlah aset perseroan per 30 Juni 2019 sebesar Rp66,70 triliun, turun dari jumlah aset per 31 Desember 2018 senilai Rp69,10 triliun. Jumlah liabilitas Rp22,29 triliun dan ekuitas Rp44,41 triliun.

Sebagai informasi, perseroan dalam pengembangan bisnisnya perseroan membikin perusahaan baru di sektor konstruksi, yakni PT Surya Kerta Agung yang berlokasi di Kediri. “Pendirian perusahaan tidak memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,”kata Corporate Secretary Gudang Garam, Heru Budiman.

Disebutkan, perseroan bersama dengan PT Suryaduta Investama mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Surya Kerta Agung dengan modal dasar Rp200 miliar. Modal ditempatkan dam disetor sebesar Rp100 miliar atau sebanyak 100.000 saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. GGRM memiliki saham sebanyak 99.999 saham atau setara dengan Rp99,99 miliar. Sementara itu, PT Suryaduta Investama memiliki saham sebanyak 1 saham atau setara dengan Rp1 juta.

BERITA TERKAIT

Saham Bank Artos Kembali Diperdagangkan

PT Bursa Efek Indonesia membuka kembali perdagangan saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) di pasar reguler dan pasar tunai.…

IHSG Sepekan Kemarin Menguat 0,14%

Pekan kedua bulan September, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,41% pada posisi 6.334,843 dari 6.308,950 pada penutupan…

Jumlah Investor di Sumut Masih Minim

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menilai perlu terus sosialisasi pasar modal di Sumatera Utara (Sumut) karena…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…