Peluang Saat Krisis Iklim

Kita tentu ingat Presiden AS 1961-1963 John F. Kennedy dikenal sebagai orator ulung yang dalam salah satu ungkapannya mengatakan, "Orang Cina menggunakan dua sapuan kuas untuk menulis kata “krisis”.Satu sapuan kuas berarti bahaya; dan yang lain untuk peluang. Dalam krisis, waspadai bahaya, tetapi jangan lupa kenali peluangnya.

Kita merasa memang benar, bahwa selalu ada peluang di balik krisis. Untuk merambah jalan ke arah peluang usaha, perlu kerja keras, inovasi dan kreatif dalam menciptakan produk khas sesuai kebutuhan konsumen di pasar lokal maupun internasional.

Dampak perubahan iklim seperti gelombang panas, naiknya permukaan laut, kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan musim yang semakin tidak menentu menimbulkan berbagai ancaman bagi manusia. Meningkatnya suhu lautan dan pengasamannya juga membahayakan ekosistem laut, serta berdampak buruk bagi budaya, pasokan pangan, dan mata pencaharian penduduk.

Perubahan iklim merupakan permasalahan global sehingga untuk menanggulanginya diperlukan mobilisasi sumber daya secara global pula, melalui mitigasi dan adaptasi. Adapun mitigasi adalah upaya memperlambat proses perubahan iklim dengan mengurangi level gas-gas rumah kaca di atmosfera yang berasal dari kegiatan manusia, contohnya dengan menggunakan energi terbarukan dan transportasi umum.

Sedangkan adaptasi merupakan cara melindungi manusia dan ruang dengan mengurangi kerentanan terhadap dampak iklim dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim global, misalnya dengan penanaman padi tahan kekeringan ataupun pembangunan tembok pelindung dari gelombang di pesisir pantai.

Akhir tahun lalu, International Finance Corpration dari kelompok Bank Dunia menyimpulkan bahwa kota-kota di negara berkembang memiliki potensi untuk menarik lebih dariUS$29,4 triliun dalam investasi kumulatif terkait iklim di enam sektor utama pada 2030.

Dalam analisisnya berjudul Climate Investment Opportunities in Cities, kota-kota yang dipantau meliputi Jakarta, Belgrade, Nairobi, Rajkot, Amman dan Mexico City, memiliki potensi investasi berasal dari enam sektor, yaitu limbah, energi terbarukan, transportasi umum, air, kendaraan listrik, dan bangunan hijau. Khusus untuk ibukota Jakarta, peluang investasi dari keenam sektor tersebut mencapai US$30 miliar atau sekitar 17% dari produk domestik regional bruto DKI Jakarta (2018).

Di tingkat global, tentunya peluang usaha ini jauh lebih tinggi lagi nilainya, seperti terungkap dalam laporan yang baru saja diterbitkan oleh CDP, sebuah lembaga nirlaba yang menjalankan sistem pernyataan informasi lingkungan dari para investor, perusahaan, dan kota.

Laporan Bank Dunia mengungkapkan hasil riset lainnya, sekelompok perusahaan terbesar di dunia menyimpulkan, keuntungan kumulatif dari peluang usaha terkait perubahan iklim dapat mencapai US$2,1 triliun. Peluang tersebut termasuk peningkatan pendapatan melalui permintaan akan produk dan layanan rendah emisi (seperti kendaraan listrik), pergeseran preferensi konsumen dan peningkatan ketersediaan modal karena lembaga keuangan semakin memilih produsen yang lebih ramah lingkungan.

Hal yang penting dari kajian penelitian, adalah bukan hanya peluang bisnis yang dapat diwujudkan, namun juga krisis iklim yang dihadapi oleh dunia usaha. Kelompok perusahaan yang disebutkan di atas mewakili hampir US$17 triliun dalam kapitalisasi pasar. Menurut mereka, nilai risiko bagi bisnis karena adanya perubahan iklim dapat mencapai hampir US$1 triliun dalam 5 tahun ke depan, atau hampir 6% dari kapitalisasi pasar.

BERITA TERKAIT

Waspada Kejahatan Siber

Kejahatan dunia siber berupa peretasan data masih mengincar perusahaan besar, khususnya industri jasa keuangan dan perbankan. Paparan studi yang dilakukan…

Persoalan Serius BPJS Kesehatan

    Persoalan yang dihadapi BPJS Kesehatan ternyata membuat membuat Kemenkeu harus memutar otak bagaimana menutup defisit yang terus membengkak belakangan…

Waspadai Medsos Negatif

Saat ini hampir setiap orang sangat memungkinkan untuk saling terhubung bahkan tanpa saling bertatap muka, berbeda ketika di masa lalu…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Waspada Kejahatan Siber

Kejahatan dunia siber berupa peretasan data masih mengincar perusahaan besar, khususnya industri jasa keuangan dan perbankan. Paparan studi yang dilakukan…

Persoalan Serius BPJS Kesehatan

    Persoalan yang dihadapi BPJS Kesehatan ternyata membuat membuat Kemenkeu harus memutar otak bagaimana menutup defisit yang terus membengkak belakangan…

Waspadai Medsos Negatif

Saat ini hampir setiap orang sangat memungkinkan untuk saling terhubung bahkan tanpa saling bertatap muka, berbeda ketika di masa lalu…