Soal Fundamental Makro dan Mikro

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Ekonomi dan Industri

Makin intens mengikuti perkembangan ekonomi yang terjadi di dalam negeri maupun di kawasan regional maupun global rasanya makin penasaran dengan membaca fenomena dan dinamikanya.

Ketika mengikuti apa yang terjadi di dalam negeri, kemudian kita disuguhi menu tentang pentingnya membangun fundamental ekonomi yang kokoh dan kuat agar daya tahan ekonominya juga kuat, maka pikiran yang muncul adalah bagaimana cara mengurusnya. Bicara soal fundamental ekonomi, kita sepakat bahwa ini penting.

Penulis menggaris bawahi bahwa kebutuhannya adalah harus stabil di makro, dan harus berdaya saing di mikro. Sebab itu, respons kebijakan dan progam-progamnya harus menjawab kebutuhan itu. Dan terkait dengan ini, maka tugas utama pemerintah secara umum sejatinya berada dalam tiga area besar yakni: pertama, penjaga stabilitas ekonomi dan polkam. Kedua, membangun fondasi ekonomi makro dan mikro.

Ketiga, pemerintah harus menjalankan perannya dengan sebaiknya-baiknya sebagai pembuka jalan dan sekaligus pemberi jalan yang diimbangi dengan membangun sistem tata kelola pemerintahan yang baik (the virtues of good governance).

Tiga peran utama tersebut harus terus menerus dikerjakan untuk menuju pada bekerjanya mekanisme pasar secara baik dan efisien. Kita menjadi seperti diingatkan oleh invisible hand Adam Smith pada tahun 1776 agar kembali kepada strategi pembangunan ekonomi yang berbasis pada keunggulan komparatif yang kita miliki, tetapi harus kompetitif.

Berarti harus mampu meningkatkan produksi sebagai sumber devisa, penyedia lapangan kerja dan pasokan penyediaan bahan baku dari dalam negeri yang dibutuhkan industri pengolahan.

Deregulasi tidaklah salah, dan re-regulasi juga harus dilakukan untuk menciptakan kepastian hukum. Pada kondisi terjadi kegagalan pasar maka intervensi pemerintah harus dilakukan. Tapi jika intervensinya over dosis, justru dapat mengakibatkan lahirnya sebuah kebijakan yang anti pasar. Yang demikian kalau mau ditelusuri akan ketemu saja di lapangan soal intervensi yang berlebihan ini. Contoh soal garam dan lain-lain.

Almarhum Tony Prasetiantono dari UGM sekian tahun yang lalu pernah memberikan catatan penting bagi para pembuat kebijakan. Hal yang disampaikan adalah bahwa bagaimana kita memaknai atau menginterpretasi secara benar berbagai indikator kinerja makro ekonomi dengan cara yang benar adalah penting.

Jangan sampai kita mengulang kesalahan lama, ketika kita menganggap perekonomian sudah bagus yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi tinggi, ternyata kita "lupa - tepatnya tidak tahu" karena dorongan utang luar negeri swasta dan pemerintah tinggi.

Akibatnya meskipun pertumbuhan ekonomi tinggi namun karena dibangun di atas fondasi keropos terbebani utang yang tinggi, maka bangunan itu bisa roboh sewaktu - waktu. Mas Tony mengingatkan bahwa variable utang luar negeri telah terbukti menjadi "bom waktu" yang dapat memporak-porandakan bangunan ekonomi kapan saja. munib

BERITA TERKAIT

Resesi, Bailout, dan Akuisisi Aset Murah

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Penulis mencoba bernalar dengan cara mudah untuk memahami konstruksi dari tiga suku…

Nasib BPJS

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Rentang lima tahun usia BPJS sejak pengalihan dari PT…

Bank Wakaf Mikro, Apa Kabar ?

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Menjelang akhir 2018, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program Bank Wakaf…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Resesi, Bailout, dan Akuisisi Aset Murah

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Penulis mencoba bernalar dengan cara mudah untuk memahami konstruksi dari tiga suku…

Nasib BPJS

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Rentang lima tahun usia BPJS sejak pengalihan dari PT…

Bank Wakaf Mikro, Apa Kabar ?

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Menjelang akhir 2018, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program Bank Wakaf…