Kapitalisasi Sepekan Capai Rp 7,27 Triliun - Nilai Transaksi Tumbuh 10,60%

NERACA

Jakarta –Sepekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) meningkat sebesar 0,24% pada posisi 6.340,180 dari 6.325,237 pada pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar juga kompak menguat sebesar 0,26% menjadi Rp7.271,275 triliun dari Rp7.252,447 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, peningkatan tersebut juga diikuti dengan bertambahnya rata-rata nilai transaksi bursa selama sepekan sebesar 10,60% menjadi Rp9,171 triliun dari Rp8,292 triliun pada penutupan pekan lalu.

Sedangkan untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan kemarin mengalami turun sebesar 5,38% menjadi 471,116 ribu kali transaksi dari pekan lalu 497,926 ribu kali transaksi dan untuk rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan perubahan sebesar 7,75% menjadi 16,022 miliar unit saham dari 17,368 miliar unit saham pada pekan sebelumnya. Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp68,005 triliun dan investor asing pada akhir pekan kemarin mencatatkan jual bersih sebesar Rp579,41 miliar.

Selain itu, pada pekan kemarin terdapat 2 pencatatan obligasi, yaitu Senin (29/7) Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Mandiri Tunas Finance (TUFI) dengan nilai nominal sebesar Rp2.000.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi tersebut adalah idAA+ (Double A Plus). Bertindak sebagai Wali Amanat untuk emisi tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian yang kedua adalah Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap IV Tahun 2019 (Obligasi) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap IV Tahun 2019 (Sukuk Ijarah) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero) resmi dicatatkan di BEI pada Jumat (2/8) dengan nilai nominal Rp2.953.620.000.000 untuk Obligasi dan Rp1.250.000.000.000 untuk Sukuk Ijarah. Pefindo memberikan pemeringkatan idAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah tersebut. Bertindak sebagai Wali Amanat untuk emisi tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 63 emisi dari 39 perusahaan tercatat senilai Rp73,47 triliun. Dengan kedua pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 404 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,10 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan total nilai nominal Rp2.580,37 triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,33 triliun.

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…