BTN Targetkan Kredit Tembus Rp 45 Miliar - Buka Cabang di Tarakan

Meski provinsi Kalimantan Utara menjadi provinsi termuda di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,07% dan rata-rata pertumbuhan provinsi lainnya di Kalimantan. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara atau disingkat Kaltara pada triwulan I /2019 mencapai 7,13% .

Prestasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu Tarakan menjadi Kantor Cabang penuh. Sebelumnya, KCP Tarakan beroperasional sejak 11 April 2009 (saat itu masih masuk Kalimantan Timur).”Sebagai provinsi termuda yang tentunya giat melakukan pembangunan, selain memberikan kredit untuk pembelian rumah bagi keluarga Indonesia, Bank BTN juga siap membantu memberikan kredit untuk pembiayaan pembangunan rumah (kredit yasa griya) bagi developer yang akan membangun rumah di Kaltara,” kata Direktur Bank BTN, Dasuki Amsir dalam siaran persnya di Tarakan, kemarin.

Bank BTN Cabang Tarakan akan membawahi Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tanjung Selor. KCP tersebut merupakan outlet baru Bank BTN untuk mendukung Bank BTN Kantor Cabang Tarakan dalam meningkatkan layanan bagi nasabah. Dasuki menargetkan, dengan adanya peningkatan status menjadi kantor cabang penuh, Bank BTN Tarakan ditargetkan meraup Dana Pihak Ketiga atau DPK sekitar Rp120 miliar dan menyalurkan pembiayaan krwdit sekitar Rp 45 miliar hingga akhir tahun 2019 ini.

Target tersebut, sambung Dasuki diperhitungkan dengan melihat prediksi Bank Indonesia yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Kaltara bisa mencapai 6,29%-7,32% (yoy). Adapun faktor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi tersebut, berdasarkan riset BI, adalah peningkatan lapangan usaha konstruksi sejalan dengan terus berlanjutnya percepatan pembangunan proyek strategis dan infrastruktur yang dilakukan sepanjang tahun 2019.

Salah satu proyek utama di Kaltara yaitu Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning. Sementara Tarakan, adalah kotamadya terbesar dan terbilang memiliki populasi yang cukup padat di Kaltara.”Perkembangan infrastruktur dan akan dituntaskannya proyek strategis tersebut dapat mendorong peningkatan jumlah penduduk, laju ekonomi sehingga kebutuhan akan perumahan meningkat. Potensi KPR menjadi cukup menarik, sehingga Bank BTN harus mampu menyambutnya dengan memberikan layanan perbankan yang terbaik,” kata Dasuki.

Pada tahun 2019, Bank BTN berencana untuk melakukan pengembangan jaringan sebanyak 36 outlet dengan rincian 2 Kantor Cabang baru (KC Cibinong sudah beroperasi tanggal 22 Juli 2019 dan KC Tarakan beroperasi 2 Agustus 2019), peningkatan kelas Kantor Kas menjadi 26 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Kas, 1 Kantor Cabang Syariah, 6 Kantor Cabang Pembantu Syariah.

BERITA TERKAIT

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Chiefy Adi Jabat Dirut Baru Jasa Armada

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) memutuskan untuk merombak jajaran direksi dan…

BNI Sekuritas Bidik IPO Anak Usaha BUMN

Meskipun tahun ini tidak membawa anak usaha BUMN go public, namun PT BNI Sekuritas tengah menjajaki mandat underwriting penawaran umum…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…