FAMI Ajukan Pengaduan Tiket Pesawat Mahal ke KPPU

Jakarta, Ratusan advokat yang tergabung dalam Forum Advokat Indonesia (FAMI), Kamis (1/8)mengadukan lima maskapai penerbanganke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Lima maskapai penerbangan yang diadukan tersebut adalahGaruda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink dan Batik Air.

Ketua Umum FAMI Zenuri Makhrodji dala siaran persnya mengatakan bahwa harga tiket pesawat di luar batas kewajaran, sehingga banyak masyarakat mengeluh, bahkan tidak hanya masyarakat, perusahaan-perusahaan juga merasa dirugikan atas tidak wajarnya harga tiket penerbangan."Tidak hanya itu kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga merasa terbebani atas naiknya tiket pesawat," tegasnya Kamis (1/8/).

Hal senada dikatakan oleh perwakilan advokat lainnya yakni Saiful Anam. Dia mengungkapkan, tujuan pengaduan ini sebenarnya salah satu bentuk pengabdian Advokat kepada masyarakat. "Kami ingin mendengar keluhan masyarakat salah satunya harga tiket pesawat yang sangat mahal. Kami ingin memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, kami berharap melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) masyarakat Indonesia mendapat keadilan," ujar Anam.

Diungkapkan Anam, sangat aneh, meskipun sudah dikeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Layanan Kelas Ekonomi dan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 72 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, namun pada kenyataannya Para Teradu tidak menaati peraturan itu."Bahkan membangkang terhadap kebijakan yang baru dikeluarkan tersebut, masih banyak tiket pesawat yang mahal melebihi batas atas yang telah ditentukan oleh pemerintah," terangnya.

Masih menurut Anam, problem mendasarnya adalah di Indonesia terjadi monopoli penguasaan jasa penerbangan oleh 2 operator besar, yang pertama adalah Garuda Indonesia Grup dan yang kedua adalah Lion Grup. "Untuk itu agar ada kejelasan tentang dugaan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat ini kami meminta kepada KPPU untuk memeriksa dan memutus dugaan pelanggaran oleh Para Teradu, sehingga pada akhirnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau tidak terelakkan," pungkas Saiful Anam.(*)

BERITA TERKAIT

Citi Indonesia dan Visa Beri Kesempatan Nasabah Nonton Langsung Olympic Games Tokyo 2020

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia (kedua dari kiri) bersama dengan Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia (kedua dari…

PKB Dukung Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untuk Percepat Penciptaan Lapangan Pekerjaan

Jakarta, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziyah mengatakan partainya mendukung omnibus law RUU Cipta Kerja asalkan dapat…

Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode II Tahun 2020

Direktur Eksekutif Asbanda Wimran Ismaun (kedua dari kiri) bersama perwakilan Notaris dan pihak kepolisian berfoto bersama usai melakukan prosesi penyegelan…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

Optimis di Tahun 2020, Pameran Indonesia Properti Expo ke 38 Sasar Millennials

Keterangan foto : Vice President PT. Adhouse Clarion Events Gad Permata   Jakarta, PT. Adhouse Clarion Events kembali menggelar pameran…

Citi Indonesia dan Visa Beri Kesempatan Nasabah Nonton Langsung Olympic Games Tokyo 2020

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia (kedua dari kiri) bersama dengan Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia (kedua dari…

PKB Dukung Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untuk Percepat Penciptaan Lapangan Pekerjaan

Jakarta, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziyah mengatakan partainya mendukung omnibus law RUU Cipta Kerja asalkan dapat…