Tarif Tol “Provokasi” Pelaku UMKM - Wacana Kenaikan

SOROTAN

Wacana Kenaikan

Tarif Tol “Provokasi” Pelaku UMKM

Jakarta-Wacana kenaikkan tariff jalan tol terkait 9 ruas tol yang akan berlaku September 2011 dinilai "memprovokasi" sikap pesimis masyarakat kecil terkait UMKM. Karena dari segi timing penyampaian ke publik dinilai masih terlalu jauh. "Sebaiknya wacana kenaikkan tariff jalan tol tersebut, jangan disampaikan ke publik dulu, ini membuat pesimis masyarakat, terutama pelaku UMKM," kata Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan kepada Neraca,10/3.

Menurut Taufik, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) diminta bijak dan arif menyikapi siatuasi dan kondisi masyarakat. Meski UU Jalan tol memang menyebutkan setiap dua tahun terbuka kenaikkan tarif tol. Namun masalahnya masyarakat kecil baru saja "lepas" dari kenaikan harga beras. Lalu dalam waktu dekat akan menghadapi kenaikkan tarif Kereta Api. "BPJT diminta arif dalam menerapkan kenaikan tarif, meski UU membolehkan. Masyarakat kecil baru saja lega dari tekanan harga beras,"tambahnya.

Taufik menilai wacana kenaikkan tarif tol terlalu dini. Sehingga mendorong aspek politicking ketimbang aspek peningkatan pertumbuhan ekonomi. "Saya khawatir, kalau terlalu dini yang muncul justru aspek politickingnya ketimbang aspek ekonominya. Makanya saya minta timing sosialisasinya harus tepat,,"ucapnya.

Lebih jauh mantan Ketua Komisi V DPR ini menyarakan agar BPJT lebih mendahulukan menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) ketimbang menaikkan tarrif. "Yang rencana kenaikan tarif tol itu mesti dibicarakan dengan DPR, terutama Komisi V. Jadi sebaiknya BPJT lakukan dulu peningkatan SPM,"paparnya.

Seperti diketahui, kemarin Dirut PT Jasa Marga Frans Sunito mengakui dalam rencana jangka panjang perusahaan (RJPP akan menaikkan tarif di 9 ruas tol September 2011. "Ya, seperti biasanya tahun genap ada 2 ruas tol naik, tahun ganjil (2011) ada 9 ruas. Itu naik tiap 2 tahun yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang," katanya.

Frans tak mengelak dasar perhitungan kenaikan tarif tol kadang kala mengacu pada rumus inflasi, walaupun tidak ada hubungannya dengan inflasi. Bahkan, kenaikan tarif sudah menjadi RJPP.

Lebih jauh menurut dia, volume transaksi pengguna jalan tol tahun ini diproyeksikan meningkat mencapai 1 miliar dibanding pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya 950 juta per tahun. "Target penjualan tahun ini Rp 4,8 triliun meningkat 11-12% dari tahun lalu yang sebesar Rp 4,3 triliun," ujarnya.

Sembilan ruas tol itu yang rencananya akan mengalami kenaikkan tariff , antara lain: Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), Jakarta-Tangerang-Serpong, Tol dalam kota Jakarta, Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), Cikampek-Padalarang-Cileuyi, Jakarta Outer Ring Road (JORR), Palimanan-Kanci (Palikanci), Semarang, Pasuruan-Gempol. **cahyo

BERITA TERKAIT

Anggota DPR Dorong Pembentukan Asosiasi UMKM Depok

Anggota DPR Dorong Pembentukan Asosiasi UMKM Depok NERACA Depok - Anggota Komisi X DPR RI H. Nuroji mendorong terbentuknya asosiasi…

Pertimbangkan Kajian Pelaku Pasar - Soal Saham Gocap Ditunda Hingga Tahun Depan

NERACA Jakarta – Menuai banyak penolakan, rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus saham gocap atau penurunan batas minimal harga…

PNM Dorong UMKM di Jambi Tingkatkan Kompetensi Usaha

PNM Dorong UMKM di Jambi Tingkatkan Kompetensi Usaha NERACA Jambi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Jambi mengundang pelaku…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…