Pendapatan Summarecon Tumbuh Tipis 0,52%

Lesunya bisnis properti rupanya tidak terlalu berdampak besar terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA). Pasalnya, emiten properti ini membukukan kenaikan tipis selama semester I/2019 yakni pendatan tumbuh 0,52% dari priode yang sama tahun lalu Rp 2,66 triliun menjadi Rp2,67 triliun atau naik Rp 14 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (30/7).

Adapun laba bersih SMRA tercatat sebesar Rp216,32 miliar naik Rp15 miliar dibandingkan dengan semester I/2018 sebesar Rp201,26 miliar. Sementara itu, nilai laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun meningkat dua kali lipat dari posisi Rp5,43 per lembar menjadi Rp10,33 per lembar.

SMRA pun tercatat meningkatkan liabilitas jangka pendek menjadi Rp7,83 triliun atau tumbuh 8,31% selama tahun berjalan. Berdasarkan laporan keuangan perseroan pos utang bank naik menjadi Rp1,94 triliun, utang bank lain-lain Rp327,61 miliar dan beban akrual Rp1,21 triliun. Dari sisi liabilitas jangka panjang SMRA mengalami penurunan tipis 1,31% atau menjadi Rp6,91 triliun.

Total liabilitas SMRA tercatat Rp14,74 triliun atau tumbuh 3,44% yoy. Sementara total ekuitas perseroan tercatat Rp9,20 triliun atau tumbuh 1,54% yoy. Adapun SMRA tercatat jumlah arus kas dan setara kas di akhir periode tercatat Rp1,51 triliun atau lebih kecil 5,29% dibandingkan dengan semester I/2018.

Sebagai informasi, emiten properti ini memproyeksikan raihan marketing sales hingga akhir tahun ini berpotensi mencapai Rp4 triliun. Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung, Jemmy Kusnadi optimistis target marketing sales bakal tercapai hingga akhir tahun ini. Pasalnya, emiten bersandi saham SMRA telah memiliki 6 lokasi yang siap dikembangkan.”Target full year 2019 senilai Rp4 triliun dari 6 lokasi yang telah ada yakni Serpong, Bekasi, Bandung, Kelapa Gading, Makassar dan Karawang masing-masing 50%, 18%, 15%, 7%, 6% dan 4%," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Saham Bank Artos Kembali Diperdagangkan

PT Bursa Efek Indonesia membuka kembali perdagangan saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) di pasar reguler dan pasar tunai.…

IHSG Sepekan Kemarin Menguat 0,14%

Pekan kedua bulan September, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,41% pada posisi 6.334,843 dari 6.308,950 pada penutupan…

Jumlah Investor di Sumut Masih Minim

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menilai perlu terus sosialisasi pasar modal di Sumatera Utara (Sumut) karena…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…