Sejumlah Tempat Wisata Buka Pasca Erupsi Tangkuban Parahu

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan sejumlah lokasi wisata di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tetap beroperasi normal. Penutupan daerah wisata hanya terjadi di Area Wisatawan Kawah Ratu TWA Gunung Tangkuban Parahu. Kepala Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Herry Rachmat Widjaja mengatakan sampai Sabtu (27/7) pagi, kegiatan hotel di sekitar erupsi Gunung Tangkuban Parahu tidak terlalu banyak berpengaruh pada masa akhir pekan ini.

Menurutnya reservasi hotel di sekitar Bandung Utara, Lembang dan Ciater belum ada laporan pembatalan. "Dari indormasi yang ada tidak ada penurunan dan peningkatan (wisatawan). Yang ke Tangkuban Parahu tetap ditutup, sementara Maribaya, Ciater dan beberapa hotel masih tinggi (diminati wisatawan)," kata Herry dikutip dari CNN Indonesia.com.

Sebelumnya erupsi Gunung Tangkuban Parahu mengalami terjadi pada Jumat (26/7) sekitar pukul 15.48 WIB. Erupsi itu terjadi dengan tinggi kolom abu kurang lebih 200 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.284 meter di atas permukaan laut. Akibat peristiwa itu, BNPB melaporkan bahwa sejumlah 15 wisatawan terdampak sesak napas dan dievakuasi menuju Sespim Polri, Lembang.

Sejumlah pendaki dan pengunjung yang berada di kawasan wisata gunung juga telah dievakuasi, dan melarang siapapun untuk menginap di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu.

Destinasi/event yg tetap buka/beroperasi normal: Lembang, Maribaya, Ciater (kunjungan wisatawan tidak terganggu), Sariater, Gracia, Curug Cipeureu, Curug Sadim, Capolaga, Bandung Kota, Bandung Selatan, Festival Musik Bambu berjalan dengan lancar

Destinasi yang tutup sementara: Destinasi dlm kawasan TWA Tangkuban Parahu

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memantau perkembangan ekosistem pariwisata pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu Jumat (26/7) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Kemenpar masih melakukan koordinasi dan inventarisasi terhadap ekosistem pariwisata terdampak, khususnya atraksi, aksesibiltas dan amenitas (3A).

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan empati atas bencana yang terjadi. Saya berharap dan berdoa semoga masyarakat dan wisatawan di sekitar gunung Tangkuban Parahu semua dalam kondisi baik dan dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan resmi.

Menurut Arief, Kementerian Pariwisata saat ini memiliki unit Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) yang melakukan pemantauan, pelaporan, mitigasi dan penanganan krisis di sektor pariwisata, yang langsung bekerja saat bencana terjadi, termasuk saat erupsi Gunung Tangkuban Parahu. "Sejak kemarin Kemenpar melakukan koordinasi dengan instansi penanggulangan bencana di pusat dan daerah," ucap Arief.

Dari hasil pantauan Kemenpar, saat ini Gunung Tangkuban Parahu berada pada Status Level I (Normal) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas.

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, baik pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Saat ini daerah wisata juga masih ditutup dan wisatawan telah dievakuasi untuk tidak mendekati kawah. Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengevaluasi status gunung dan melakukan pemantauan lebih lanjut. "Masyarakat diminta agar Informasi yang didapat harus disaring dulu, bisa jadi itu informasi hoaks jangan ditelan mentah-mentah yang saat ini beredar," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti.

BERITA TERKAIT

Ini Tips Menjaga Dompet Tetap Tebal saat Wisata

Berwisata kerap disebut sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Padahal jika cukup cermat, bukan tidak mungkin bagi wisatawan bisa berhemat selama melakukan…

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meningkat signifikan pada…

Rekreasi Jiwa di Nusa Dua

Sejumlah kegiatan seperti yoga, meditasi dan pembersihan telah merupakan telah lama dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Kini ritual yang unik…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Tips Menjaga Dompet Tetap Tebal saat Wisata

Berwisata kerap disebut sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Padahal jika cukup cermat, bukan tidak mungkin bagi wisatawan bisa berhemat selama melakukan…

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meningkat signifikan pada…

Rekreasi Jiwa di Nusa Dua

Sejumlah kegiatan seperti yoga, meditasi dan pembersihan telah merupakan telah lama dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Kini ritual yang unik…