Walikota Depok Tuntaskan 100% Prioritas Infrastruktur Ekonomi - Investasi Underpass Dewi Sartika dan Penataan Kawasan Citayem Rp300 Miliar

Walikota Depok Tuntaskan 100% Prioritas Infrastruktur Ekonomi

Investasi Underpass Dewi Sartika dan Penataan Kawasan Citayem Rp300 Miliar

NERACA

Depok - Walikota Depok, Dr. K.H. Mohammad Idris MA, optimis berbagai prioritas kegiatan program janjinya saat kampanyenya 2015, program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 5 tahun 2016-2020 dan prioritas kegiatan Program Jangka Panjang (RPJP) hingga pada 2025 nanti. Karena, persentase realisasinya sampai pertengahan APBD Tahun Anggaran 2019 ini sudah mencapai 90 persen lebih. Hal ini dibuktikannya dengan segera dibangun jalan underpass lintasan kereta api Dewi Sarika dan penataan kawasan ekonomi Pasar Citayem dan stasiun KA yang macet menghambat kegiatan laju perekonomian warga. Demikian rangkuman liputan, data dan keterangan yang diperoleh NERACA dari berbagai sumber hingga kemarin.

“Syukur Alhamdulillah pembangunan yang sesuai janji kampanye kami optimis bisa 100 persen. Kami berharap tahun depan 2020, semua kegiatan pembangunan infrastruktur ekonomi dan lainnya yang terkait yang jadi prioritas sudah mencapai lebih dari 90 persen,” ujarnya menyakinkan pada NERACA dalam suatu kesempatan.

Apalagi hal itu, lanjutnya, adanya komitmen Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang datang khusus untuk memberikan bantuan keuangannya untuk berbagai kegiatan memacu laju perekonomian Kota Depok dalam hal kebutuhan infrastruktur ekonomi.

"Sedikitnya akan dialokasikan bantuan dananya dari APBD Provinsi Jabar sekitar Rp300 miliar pada APBD Perubahan 2019 dan 2020, diantaranya untuk penataan Citayem dan Underpass Dewi Sartika," ‎menjawab pertanyaan NERACA.

Oleh sebab itu, Walikota sangat optimis janji kampanye akan dapat selesai tepat waktu pada 2021.“Yang sudah terealisasi itu alun-alun, insya Allah tahun ini selesai. Kemudian peningkatan honor bagi guru honorer di sekolah negeri dan siswa tidak mampu, kami sudah naikkan tunjangannya,” tuturnya menambahkan.

Dikatakan, pihaknya telah merealisasikan infrastruktur di bidang kesehatan berupa puskesmas 24 jam, RSUD wilayah timur yang tahun ini akan dimulai pembuatan DED dan pembangunannya akan dilakukan pada 2020 di wilayah Tapos. Juga peningkatan anggaran posyandu sudah kami anggarkan untuk tahun 2020. Kenaikan ini untuk dorong gairah perekonomian kota.

Menurut Walikota, prestasi IPM Kota Depok 2015 yang masih di angka 79,11, ternyata seiap tahunnya terus meningkat hingga 2018 telah mencapai kenaikan sangat membanggakan diatas 80. Raihan prestasi Kota Depok ini juga selalu diatas angka IPM nasional yang hanya hanya bisa mencapai 71, 39 pada tahun 2018.

Data yang diperoleh NERACA, kemajuan kinerja kepemimpinan Walikota Mohammad Idris dan pasangannya Pradi Supriatna di Kota Depok, dalam pengabdiannya untuk kepentingan warganya; diantaranya komitmen yang mampu dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang juga selalu diatas capaian nasional yang sekitar 5,4 persen pada tahun 2018. Karena, LPE Kota Depok setiap tahunnya selalu diatas angka 7 persen, dimana pada 2018 angkanya naik 0,64 menjadi 7,28 persen.

"Hal tersebut terus dupayakan dengan banyak diminati investor untuk berivestasi di bidang properti dan kuliner selain sektor riil lainnya. Sehingga membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli," ujar Kepala DPMPTSP Kota Depok, Dra. Hj. Yuliestiani Muchtae MM menjelaskan.

Bahkan, lanjutnya, Pemkot Depok melalui Dinas Penanaman Perijinan Terpadu Satu Pintu (BKMPTSP) akan terus memanjakan investor dengan sistem Online Single Window, agar lebih mudah dan lebih cepat pelayanan berbagai perijinannya.

Apalagi data yang diperoleh NERACA dari BPS Kota Depok, tingkat inflasi Kota Depok angkanya juga selalu dibawah rata-rata nasional, yakni Kota Depok angkanya hanya berkisar pada posisi inflasi antara 0 dibawah 2 persen setiap bulannya. Bahkan terendah di Indonesia yang juga seing terjadi deflasi minus dibawah Nol. Hal ini adanya upaya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok yang mampu menyediakan pasokan berbagai kebutuhan bahan pangan, agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.

“Saya yakin sampai RPJMD selesai pada 2021, seluruh janji kampanye akan terselesaikan,” tutur Walikota Depok sebagaimana diperoleh NERACA. Dasmir

BERITA TERKAIT

Kopitu: Pemerintah Belum Optimal Terhadap UMKM

Jakarta-Pemerintah dinilai belum optimal memberikan perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga belum memberikan dampak yang berarti. Padahal,…

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun - Perlu Studi Tentang Air Baku

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun Perlu Studi Tentang Air Baku NERACA Sukabumi - Menyusutnya tiga sumber mata…

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia - Grand Opening di Apartemen Casa Domaine

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia Grand Opening di Apartemen Casa Domaine NERACA Jakarta – Hero Supermarket sebagai pelopor…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim NERACA Denpasar - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM memindahkan Satgas pengawas…

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"   NERACA Bandung - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap kalangan…

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang   NERACA Serang - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten berkurang 14,28 ribu…