Pemkab Lebak Optimistis Angka Kemiskinan Turun

Pemkab Lebak Optimistis Angka Kemiskinan Turun

NERACA

Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, optimistis angka kemiskinan di daerah ini menurun karena berbagai program yang digulirkan pemerintah langsung ke masyarakat.

"Kami yakin tahun 2019 kemiskinan di Lebak menurun," kata Asisten Daerah (Asda) III Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lebak Dedi Indepur Lukman di Lebak, Rabu (24/7).

Kebijakan Bupati Lebak Iti Octavia patut diapresiasi untuk menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program yang digulirkan antara lain Lebak Sejahtera, Lebak Pintar dan Lebak Sehat. Selain itu juga bersinergi dengan pemerintah pusat di antaranya program Transmigrasi dan program Keluarga Berencana (KB).

Disamping juga penyaluran bantuan sosial, seperti program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk menerima beras sebanyak 10 Kg/keluarga miskin, Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan PBI BPJS."Semua program itu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan meminimalisasi kemiskinan," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, angka kemiskinan di Kabupaten Lebak menurun berdasarkan penerima program KPM beras rastra dari sebelumnya 106.232 jiwa, namun 2019 menjadi 100.230 jiwa. Meski menurunnya angka kemiskinan itu relatif kecil, tetapi program yang digulirkan pemerintah daerah dan pusat dipastikan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat."Kami terus mendorong melalui program kesejahteraan agar warga Lebak terbebas dari kemiskinan itu," ujar dia.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Lebak Roji Santani mengapresiasi kemiskinan di daerah itu terus berkurang karena anggaran dari pemerintah pusat ke daerah cukup besar. Selama ini, banyak program pemerintah untuk mengendalikan kemiskinan, pengangguran juga ketimpangan sosial.

Keberhasilan menurunnya kemiskinan tersebut berkat keseriusan kepala daerah setempat."Kami yakin kemiskinan di Lebak menurun karena banyak program langsung ke masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi," kata mantan anggota DPRD Lebak. Ant

BERITA TERKAIT

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum NERACA Kendal - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Hunian Milenial Lengkap dan Terjangkau di Bogor

Jakarta-Sebuah apartemen hunian milenial lengkap dengan pelayanan Smart Living yang disediakan Suwardana Park hadir di perhelatan properti terbesar nasional, Indonesia…

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…