Penjualan Pakuwon Jati Tumbuh Tipis 3,8% - Ditopang Penjualan Kondominium

NERACA

Jakarta- Lesunya bisnis properti di semester pertama tahun ini membawa dampak berarti terhadap pencapaian bisnis emiten properti. Hal ini pula yang dirasakan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang hanya membukukan pendapatan sebesar Rp3,5 triliun atau naik tipis 3,8%, lebih tinggi dari raihan semester pertama tahun sebelumnya yang senilai Rp3,37 triliun.

Perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, Senin (29/7) menyebutkan, pos pemasukan terbesar berasal dari segmen penjualan kondominium dengan porsi 41,3% dan sewa ruang ritel 39,1%. Kemudian, kontribusi dari Hotel dan Serviced Apartments sekitar 7,6%, rumah tapak 7%, sewa ruang kantor 3,9%, dan penjualan ruang kantor 1,1%. Secara keseluruhan, kontribusi dari recurring income alias pendapatan berulang masih mendominasi dengan porsi 51% dan 49% lainnya dari development revenue.

Kemudian pendapatan berulang naik 6,9% secara yoy menjadi Rp1,77 triliun, sedangkan development revenue hanya tumbuh 0,8% menjadi Rp1,73 triliun. Dari sisi bottom line, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 20,88% secara tahunan dari Rp1,12 triliun menjadi Rp1,36 triliun.Peningkatan kinerja turut disebabkan berbaliknya kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp172,86 miliar menjadi untung senilai Rp76,45 miliar. Instrumen keuangan derivatif juga tercatat untung Rp8,33 miliar dari sebelumnya rugi Rp8,35 miliar.

Hingga Juni 2019, liabilitas jangka pendek PWON naik 4% menjadi Rp4,26 triliun dari posisi akhir Desember 2018, yang sekitar Rp4,09 triliun. Sementara itu, liabilitas jangka panjangnya menyusut 14,13% dari Rp5,61 triliun menjadi Rp4,81 triliun. Di sisi ekuitas, nilainya tercatat sebesar Rp16,5 triliun dan aset sebesar Rp25,57 triliun.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan memproyeksi kontribusi pendapatan recurring (berulang) akan mencapai 52%. Dimana pada2018, kontribusi pendapatan ini adalah sebesar 49% dari total pendapatan Rp 7,08 miliar. Direktur Pengembangan Bisnis PWON, Wong Boon Siew Ivy pernah mengatakan, development revenue agak stagnan tapi dari recurring akan naik.”Awalnya kami berharap kontribusinya imbang yakni 50%:50% tapi sepertinya dari recurring bisa 52% setelah melihat capaian kuartal I-2019,"ujarnya.

Kenaikan target kontribusi pendapatan recurring tersebut didorong oleh proyek baru PWON yang akan mulai beroperasi tahun ini. Pertama adalah Pakuwon Mall fase 4 yang akan mulai beroperasi pada kuartal III-2019 dengan mal retail yang dapat disewakan seluas 7.000 meter persegi-10.000 meter persegi. Yang kedua adalah beroperasinya dua hotel di Pakuwon Mall, Surabaya pada semester II-2019. Kedua hotel tersebut bernama Four Points and The Westin dengan jumlah kamar mencapai 520 unit.

BERITA TERKAIT

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…