Penjualan Laris, Jakarta Setiabudi Raup Laba Rp 200, 20 Miliar

Neraca

Jakarta – Berkah boomingnya industri properti memberikan dampak positif bagi kinerja PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSPT). Pasalnya, perseroan membukukan laba bersih sepanjang 2011 senilai Rp200,20 miliar, atau tumbuh 17,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp170,11 miliar.

Kata Direktur Jakarta Setiabudi Lim Merry, kenaikan laba bersih ini dipengaruhi dari peningkatan penjualan dan pendapatan yang tercatat sebesar Rp1,07 triliun, atau tumbuh 3,88% dibandingkan periode 2010 sebesar Rp1,03 triliun, “Penjualan dan pendapatan ini dikontribusikan oleh pendapatan hotel senilai Rp779,28 miliar, real estate senilai Rp125,38 miliar, sewa ruang perkantoran senilai Rp99,37 miliar, sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp66,27 miliar, penjualan unit apartemen dengan hak strata senilai Rp2,39 miliar dan sisanya berasal dari sewa rumah bandar (townhouses) senilai Rp490,37 juta,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menyebutkan, perseroan juga mengalami penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp322,85 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp339,66 miliar.

Sementara hingga 31 Desember 2011, perseroan membukukan total aset senilai Rp2,87 triliun, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,48 triliun.

Sebelumnya, GM Financial Analyst JSPT Anton Goenawan mengungkapkan terjadinya krisis global di beberapa negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat, tampaknya tidak mempengaruhi bisnis properti yang dijalani perseroan. "Kita optimistis dapat terus bertumbuh ke depannya karena sejauh ini krisis ekonomi global tidak ada dampak bagi kinerja JSPT," tuturnya.

Menurut Anton, hal itu terlihat dari pendapatan bisnis sewa (recurring) yang sejauh ini terus bertumbuh, dengan hampir seluruh segmen usaha tetap bertumbuh, seperti sektor apartemen dan bisnis hotel.

Sebelumnya, perseroan ditahun ini akan mengembangkan beberapa proyek baru apartemen dan hotel di beberapa kota besar seperti Medan. Direktur Hotel PT Jakarta Setiabudi Tbk Margiman mengatakan, penambahan kamar baru dan renovasi beberapa hotel menguras dana investasi sebesar US$ 67 juta diatas lahan kosong seluas 4 hektar, “Dana yang disiapkan untuk renovasi dan penambahan kamar ini akan diambil dari pinjaman perbankan,”ungkapnya.

Menurutnya, pada tahun ini perseroan akan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 300 juta yang peruntukkannya untuk pengembangan dan renovasi kamar hotel perseroan, khususnya di Bali. Pasalnya, sebagian besar recurring income perseroan atau sekitar 70% disumbang dari bisnis hotel. Diharapkan dengan penambahan kamar baru dan renovasi, pendapatan perseroan bisa meningkat. (bani)

Related posts