Sukses di Tanah Air, Negara Afrika Belajar Minapadi di Indonesia - Akuakultur

NERACA

Sukabumi - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah sukses melakukan sistem minapadi, sistem yang menggabungkan budidaya ikan dan pertanian yang mulai dikembangkan di tanah air sejak 2015. Capaian kesuksesan ini pun semakin mendapat perhatian dari banyak negara. Salah satunya negara Afrika, yang belajar sistem Minapadi di Indonesia.

Sebanyak 10 (sepuluh) orang peserta perwakilan dari negara Ghana, Mauritania, Senegal, Zambia dan Zimbabwe, mengikuti “Workshop on Integrated Rice Fish Farming to Support National Food Security and Build Climate Aquaculture Resilience for African Countries” yang digelar di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar, Sukabumi, Jawa Barat, pada 24-25 Juli 2019. Metode pelatihannya pun bukan hanya di ruangan saja, tapi terjun langsung ke lapang dan langsung berinteraksi dengan pelaku sistem minapadi.

Menyikapi hal itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, sejak Indonesia ditetapkan oleh badan pangan dunia PBB (FAO) sebagai rujukan model pengembangan minapadi untuk Asia Pasifik, dunia internasional mulai mengamati metode tersebut. Dan sekarang Afrika sistem minapadi pada kita. “Indonesia dinilai berhasil dalam pengembangan minapadi. Oleh Pemerintah, program tersebut menjadi program prioritas untuk mendukung ketahanan pangan. ” kata Slamet, seperti pada keterangannya.

Penunjukan yang dilakukan FAO tersebut, menurut Slamet, berdampak positif bagi Indonesia di dunia internasional. Indonesia menjadi sangat diperhitungkan sebagai negara yang berkontribusi positif secara internasional untuk pemenuhan kebutuhan pangan global melalui inovasi pengembangan minapadi.

Slamet mengungkapkan, inovasi minapadi yang dilakukan Indonesia, sejalan dengan program dunia yaitu tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs). Program SDGs tersebut, adalah program yang sudah disepakati oleh dunia dan tujuan utamanya adalah pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan pangan global.

Untuk itu, Slamet mengatakan, apa yang sudah dilakukan Indonesia melalui minapadi, akan menjadi solusi untuk dunia dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Melalui sistem penggabungan perikanan budidaya dan pertanian itu, dunia bisa menopang ketahanan pangan di tengah penurunan kualitas dan perubahan iklim secara global. “Kita tentu sangat bangga atas apresiasi dunia terhadap keberhasilan program minapadi nasional,” tuturnya.

Ditemui pada saat penyelenggaraan workshop di Balai Sukabumi, Febrizki Bagja Mukti, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Teknik Wilayah Afrika dan Timur Tengah, Kementerian Luar Negri RI, mengatakan ini merupakan kegiatan tindak lanjut Indonesia-Africa Maritime Dialogue, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KKP untuk peningkatan kapasitas bagi negara-negara sahabat di Kawasan Afrika. “Indonesia dinilai berhasil dalam budidaya ikan dan penanganan pencurian ikan makanya mereka ingin belajar dari kita,” katanya.

Dan program peningkatan kapasitas yang diberikan oleh Indonesia ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Indonesia terhadap Kerja Sama Selatan-Selatan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 khususnya yang terkait dengan upaya mengatasi kelaparan (zero hunger) dan melestarikan lingkungan hidup (life below water). “Ini juga merupakan upaya mempererat persahabatan dan memperkuat diplomasi ekonomi dengan negara-negara Afrika melalui sharing pengetahuan dan pengalaman Indonesia di berbagai bidang, termasuk kelautan dan keamanan maritim,” sambungnya.

Di tempat yang sama, delegasi dari Zambia, Chiputa Mukwatu, menyatakan sangat antusias mengikuti program tersebut. Materi yang lengkap mulai dari pemilihan lokasi, persiapan lahan, pengenalan dan pemeliharaan ikan dan padi sampai dengan proses panen dan pengendalian penyakit ikan membuatnya tak sabar mengimplementasikan hasil kegiatan ini di negaranya yang belum ada kegiatan minapadi.

Menurut Chiputa, penduduk Zambia pada tahun 1964 hanya sekitar 3 juta orang. Namun, menurut sensus terakhir yang sedang berjalan, penduduk Zambia pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 18 - 20 juta orang. Nah, bertambahnya populasi penduduk ini akan berdampak makin banyak sumber pangan yang dibutuhkan.

“Karena itu, penerapan minapadi merupakan solusi nyata terhadap kebutuhan pangan yang semakin meningkat di negara kami. Sehingga, sangat memungkinkan untuk dilakukan karena kesamaan iklim serta kondisi geografis antara Zambia dengan Indonesia " paparnya.

Kelompok pokdakan subur bumi, Sukabumi, mengatakan dengan adanya sistem minapadi ada dua penghasilan hanya panen padi saja sekitar 7-8 ton per hektarnya, ada peningkatan 8-9 ton, dan ada penghasilan dari budidaya ikannya. “Ini tentu sangat membantu bagi kami para petani dan pembudidaya. Dulu hanya mendapatkan satu penghasilan, dengan mina padi bisa dua pendapatan, ya padi, juga ikan,” katanya. Agus

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Daya Saing, KKP Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan…

API Sarankan Pemerintah Tambah Sekolah Industri Tekstil

NERACA Jakarta – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyarankan agar pemerintah menambah jumlah sekolah dan lembaga pendidikan untuk mencetak sumber daya…

Energi - Jaga Efisiensi Sektor Migas, Maksimalkan Industri Dalam Negeri

NERACA Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Pertamina Hulu…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Tingkatkan Daya Saing, KKP Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan…

API Sarankan Pemerintah Tambah Sekolah Industri Tekstil

NERACA Jakarta – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyarankan agar pemerintah menambah jumlah sekolah dan lembaga pendidikan untuk mencetak sumber daya…

Energi - Jaga Efisiensi Sektor Migas, Maksimalkan Industri Dalam Negeri

NERACA Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Pertamina Hulu…