Brand Beralih Kampanye ke Digital

NERACA

Jakarta - Chairman Tras N Co Indonesia Tri Raharjo menyampaikan dari 1.000 brand yang disurvei, setidaknya 80 persen brand sudah beralih dengan memanfaatkan teknologi digital dalam setiap kampanye produk dan brand. " "Dari 1.000 brand yang kami survei saat ini, 80 persen memanfaatkan sosmed untuk mendapatkan engagment," kaya Tri saat konferensi pers Digital Popular Brand Award 2019 di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Kampanye ke digital itu dinilai jadi jalan tepat yang diambil oleh brand lantaran pengguna jasa internet menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) mencapai 171 juta jiwa atau sebesar 64,8 persen dari total seluruh penduduk Indonesia. "Masyarakat Indonesia itu menggunakan internet 3-4 jam sehari, jadi itu potensi besar buat brand untuk mengkampanyekan produk mereka," jelasnya.

Tras N Co pun memberikan apresiasi berupa penghargaan Digital Popular Brand Award 2019 kepada brand yang mengembangkan di ranah digital. Tri Raharjo mengungkapkan pihaknya menetapkan standard yang cukup tinggi dalam proses penilaian. Hal tersebut dimaksudkan agar realibilitas penghargaan yang diberikan dapat terjaga secara baik.

“Para penerima awards secara empiris telah lolos Survei Indonesia Digital Popular Brand Index berdasarkan tiga aspek penilaian yaitu Social Media Based, Search Enggine Based dan Website Based. Adapun, aspek yang dikaji bertujuan untuk mendorong para pelaku brand agar semakin kreatif, informatif, serta konsisten dalam rangka membangun keunggulan brandnya,” ujarnya.

Dalam catatannya, para penerima Penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2019 merupakan brand-brand unggulan yang secara cerdas memanfaatkan ranah maya untuk optimalisasi kegiatan bisnis. Tras N Co Indonesia sendiri mengukur tingkat kepopuleran brand berdasarkan pilihan dari netizen. Tak kurang 150 kategori produk dengan 1.000 brand tersurvei telah dilakukan oleh Tras N Co Indonesia.

Survei dilaksanakan mulai bulan Maret 2019 sampai dengan Mei 2019. Kemudian, Tras N Co Indonesia juga melakukan tahapan penilaian berdasarkan aspek Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based. “Mempertahankan popularitas sebuah brand jauh lebih sulit dibandingkan dengan meraihnya, terlebih di era yang serba cepat saat ini. Untuk itu, keberhasilan brand yang mendapatkan penghargaan malam ini merupakan bukti konsistensi mereka dalam pengembangan brand di dunia digital,” tegasnya.

Senada, Direktur Info Brand Group, Susilowati Ningsih mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan Indonesia Digital Popular Brand Award 2019 Fase Kedua ini merupakan salah satu bentuk legitimasi kepopuleran brand dimata publik. “Selaras dengan tema yang diusung, predikat sebagai Digital Popular Brand juga membantu para pelaku brand di Indonesia, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen akan brand yang akan dipilih. Selamat kepada brand yang telah mendapatkan predikat sebagai Indonesia Digital Popular Brand Award 2019. Semoga pencapaian ini semakin memacu prestasi lainnya di masa yang akan datang,” tuturnya.

Adapun, pemenang Indonesia Digital Popular Brand Award 2019 Fase Kedua adalah Blackmores (Kategori Suplemen Makanan), KFC (Kategori Resto Fried Chicken), Salep 88 (Kategori Krim/Salep Anti Jamur), dan Jungle Land (Kategori Wahana Bermain Anak).

Kemudian, Milna (Kategori Bubur dan Biskuit Bayi), Germany Briliant (Kategori Shower), Ardilles (Kategori Sepatu Sandal), Inoac (Kategori Kasur Busa), serta BigFoam (Kasur Busa). Lalu, Telkomsel (Simcard Prabayar), SAP SuccessFactors (HR Information System), BNI Syariah (Bank KPR Syariah), Wijaya Karya (Jasa Kontraktor), dan OBH Combi Anak (Obat Flu dan Batuk Anak).

BERITA TERKAIT

Ayam Geprek Menara Tawarkan Sistem Waralaba

  NERACA Jakarta - Menu makanan ayam dari dulu sampai sekarang sangat banyak digemari di semua kalangan masyarakat. Mulai dari…

Mobvista Ungkap Peluang Besar dalam Konten Video

  NERACA Jakarta - Platform teknologi penyedia jasa mobile advertising dan analytic, Mobvista mengungkap bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat…

Pindahkan Ibukota, Bappenas Minta Saran Tokoh Dayak

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta saran dari para…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Ayam Geprek Menara Tawarkan Sistem Waralaba

  NERACA Jakarta - Menu makanan ayam dari dulu sampai sekarang sangat banyak digemari di semua kalangan masyarakat. Mulai dari…

Mobvista Ungkap Peluang Besar dalam Konten Video

  NERACA Jakarta - Platform teknologi penyedia jasa mobile advertising dan analytic, Mobvista mengungkap bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat…

Pindahkan Ibukota, Bappenas Minta Saran Tokoh Dayak

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta saran dari para…