Permintaan Obligasi Indosat Capai 1,7 Kali

NERACA

Jakarta -Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan surat utang senilai total Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi sebesar Rp 2,59 triliun dan sukuk ijarah sebesar Rp 794 miliar mendapatkan respon positif dari pasar. Pasalnya, permintaan pasar mencapai 1,7x dari perkiraan awal yaitu sebesar Rp 2 triliun. “Kami bersyukur atas tetap tingginya kepercayaan pasar terhadap perusahaan melalui minat terhadap penjualan surat utang yang diatas perkiraan. Hal ini menjadi penyemangat bagi manajemen dan perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan serta membangun jaringan yang terbaik untuk melayani pelanggan kami tercinta,”kata Eyas Assaf selaku Direktur dan CFO Indosat Ooredoo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat yaitu pemegang obligasi dan sukuk ijarah Indosat, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai wali amanat, para penjamin pelaksana emisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas dukungan dan kerjasamanya.

Perseroan pernah bilang, sebagian atau seluruh dana yang dihimpun perusahaan melalui penerbitan obligasi akan digunakan untuk membayar utang ke beberapa bank. Pertama, pinjaman perseroan dari PT Bank CIMB Tbk. senilai Rp200 miliar. Kedua, pinjaman dari PT Bank Permata Tbk. senilai Rp900 miliar. Ketiga, pinjaman PT Bank HSBC Indonesia senilai Rp640 miliar. Keempat, pinjaman dari JPMorgan Chase Bank senilai Rp300 miliar.

Kelima, pinjaman dari PT Bank ANZ Indonesia senilai Rp250 miliar. Terakhir, sukuk ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap IV seri B tahun 2016 sebesar Rp61 miliar dan obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Seri B Tahun 2016 sebesar Rp228,15 miliar atau tepatnya Rp228.154.270.020. Kemudian dari penerbitan sukuk, perusahaan pun akan menggunakan dana yang dihimpun untuk membayar beberapa pinjaman yang dimiliki perseroan berupa obligasi berkelanjutan I tahap IV seri B tahun 2016 sebesar Rp791,59 miliar atau tepatnya Rp791.591.994.742. Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap II tahun 2019 terdiri dari 4 seri.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan dana US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun untuk pembiayaan ekspansi dalam tiga tahun ke depan. Dimana tiga tahun itu dimulai dari 2019 ini dengan total US$ 2 miliar dan komitmen sebesar itu karena perusahaan menilai tiga tahun cukup menyakinkan.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…