Kunjungi Para Pengungsi Migran Pencari Suaka, James Riady Berharap Semua Pihak Membantu

Kunjungi Para Pengungsi Migran Pencari Suaka, James Riady Berharap Semua Pihak Membantu

NERACA

Jakarta - Pendiri dan Ketua Pembina Universitas Pelita Harapan James Riady memantau kondisi para pengungsi migran pencari suaka yang ada di Jalan Bedugul, komplek Daan Mogot Baru Kelideres, Jakarta Barat, Sabtu (20/7).

Dalam kunjungannya James meninjau langsung fasilitas dalam tempat penampungan seperti mushola, MCK, air bersih, dan fasilitas tenda pengungsi dan pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kota Jakarta Barat.

Setelah berkeliling dan berbicara dengan beberapa pengungsi, James menyebut para imigran mengungsi meninggalkan negara mereka karena masalah keamanan, seperti perang, konflik etnis, dan juga agama.

“Mereka mengharapkan suatu hari ke depan lebih baik. PBB ada program menyalurkan pengungsi ke beberapa negara yang menandatangani dan menyetujui resmi terbuka bahwa mereka menerima pengungsi, dan karena itulah mereka juga berani keluar uang buat keluar dari negaranya,” jelas dia saat dijumpai di komplek Daan Mogot Baru.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pendidikan dan Kesehatan itu, banyak dari mereka bukan kriminal seperti anggapan banyak orang. Bahkan di antaranya. Di antara mereka terdapat beberapa pengungsi yang cukup terpelajar, dan juga ada orang-orang yang cukup kompeten di bidangnya.

Namun sayangnya, proses negara yang sepakat dan menandatangani konferensi itu secara administratif berjalan lamban. Semantara Indonesia jadi tempat penampungan yang dianggap aman, walau kesiapannya belum matang.

“Tadi kita mendengar, meraka sangat mengapresiasi upaya pemerintah DKI yang diberikan. Mereka dulu hanya tidur di jalanan, sekarang sudah ada tempat meski memang tempatnya sangat kecil. Tempatnya bisa muat hanya 50-100 orang, tetapi ini menampung 1.400 orang. Dari sisi tempat kita apresiasi. Namun seperti toilet kurang, airnya kurang,” ungkap dia.

Untuk itulah, James sengaja datang untuk mendengar harapan para pengungsi. Selain logistik, kebutuhan terpenting yang harus segera ditangani adalah pendidikan dan juga kesehatan.

“Masalah yang lebih besar lagi adalah pendidikan untuk anak. Setengah dari para pengungsi ini adalah anak-anak, yang selama ini kurang pendidikan formal dan non-formal. Setiap bulan, setiap tahun mereka tidak dapat pendidikan, itu auto missing generation (generasi yang hilang),” terang dia.

“Fasilitas kesehatan juga tidak memadai. Memang ada puskesmas, 20 menit dari sini, tetapi pakai uang. Pada akhirnya, mereka mengharapkan solusi yang permanen. Tadi masukan kita tampung semua, nanti kita godok apa yang bisa dilkakukan,” tambah dia.

Dirinya pun berharap, masyrakat juga dapat memberikan uluran tangan untuk membantu dan menunjukan respon yang positif.“Bagaimana peran kita sebagai orang Indonesia. Suatu hari pasti mereka nanti akan kemana-mana, 14.000 orang (pengungsi) yang telah diberikan kasih sayang, nanti bisa menjadi duta Indonesia yang baik juga,” jelas dia. Mohar/Iwan

BERITA TERKAIT

Amartha Perkuat UMKM Wanita Indonesia - Hadapi Resesi Ekonomi Dunia 2020

Amartha Perkuat UMKM Wanita Indonesia Hadapi Resesi Ekonomi Dunia 2020 NERACA Jakarta - PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha menggelar…

Puluhan Perusahaan di Banten Ajukan Penangguhan UMK 2020

Puluhan Perusahaan di Banten Ajukan Penangguhan UMK 2020   NERACA Serang - Puluhan perusahaan di Provinsi Banten seperti Kabupaten/Kota Tangerang dan…

Pemkot Sukabumi Terus Perkuat UMKM

Pemkot Sukabumi Terus Perkuat UMKM NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus berupaya optimal mendorong dan menumbuhkan para pelaku…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pansus DPRD Banten Konsultasikan Raperda Penyertaan Modal ke Kemendagri

Pansus DPRD Banten Konsultasikan Raperda Penyertaan Modal ke Kemendagri   NERACA Serang - Panitia khusus (Pansus) Raperda tentang Penyertaan Modal ke…

Sebanyak 88 Aduan Masyarakat Masuk ke e-Lapor Sukabumi - PJU dan PDAM Paling Banyak Diadukan

Sebanyak 88 Aduan Masyarakat Masuk ke e-Lapor Sukabumi PJU dan PDAM Paling Banyak Diadukan  NERACA Sukabumi - Sepanjang periode Januari…

Koperasi Besar Bantu Petani Gula Kelapa di Banyumas

Koperasi Besar Bantu Petani Gula Kelapa di Banyumas NERACA Purwokerto - Tingginya angka kecelakaan terhadap para petani gula kelapa (penderes)…