Tempat Pelelangan Ikan Daring Pertama Diresmikan

NERACA

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan tempat pelelangan ikan (TPI) dalam jaringan  (daring) pertama di Indonesia pada proyek percontohan Program Satu Juta Nelayan Berdaulat di TPI Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat, sebagaimana disalin dari Antara di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan Gerai Fish Mart dan Pelepasan Nelayan Melaut. “Program Satu Juta Nelayan Berdaulat ini dilaksanakan bukan hanya di Sukabumi saja, tetapi juga di seluruh Indonesia, tetapi diresmikan pertama kali di sini (Sukabumi). Jadi memang kita mulai dari Ciwaru, Sukabumi, sini, dan nanti akan dikembangkan ke mana-mana,” kata Luhut.

Program Satu Juta Nelayan Berdaulat merupakan salah satu usaha konsisten pemerintah dalam mengurangi kemiskinan mengingat potensi laut yang mencapai 2,5 triliun dolar AS sehingga perlu dikelola dengan sangat baik dan maksimal.

Dengan pelelangan daring, Luhut menjelaskan nantinya para nelayan tidak perlu lagi menggunakan uang sebagai alat transaksi karena mereka bisa memberi tahu hasil panen mereka ke “fish market” ketika mereka masih berada di laut.

“Jadi mereka masih di laut, tapi ‘fish market’ sudah tau apa yang didapat, apa hasilnya, sudah ada transaksinya. Nah untuk menunjang ini, kita kerja sama dengan startup pemancar sinyal dari Net1, yang bisa memancarkan dengan jarak sampai 60 km ke tengah laut, bisa wifi,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan kerja sama Net1 diharapkan nelayan tidak bisa dibodohi para tengkulak lagi. Dalam peresmian ini, para nelayan juga memberi masukan mengenai “cold storage” untuk menampung hasil melaut. Atas masukan tersebut, Luhut mengaku akan segera melaporkan hal tersebut kepada Presiden Jokowi dan segera menanganinya.

“Jadi harapannya setelah dilaporkan dan segera ada tindak lanjut mengenai ‘cooler storage’. Yang dibutuhkan kira-kira 50 ton, di mana para nelayan ketika sedang panen misal panen ikan tongkol, mereka bisa menyimpan hasil panennya di sana. Sehingga hasil panen tidak berimbas dijual murah atau harganya jatuh sekali,” jelasnya.

Luhut juga berharap ke depan lokasi yang juga merupakan salah satu geopark itu akan semakin dikenal, dengan hasil ikan yang baik dan menarik wisatawan. “Pemerintah ingin memastikan program sampai ke bawah, bagaimana eksekusinya, bagaimana memastikan program itu jalan. Presiden sangat detail memeriksa satu-persatu. Jadi saya meminta nelayan untuk menyiapkan daerah mu untuk dicontoh daerah-daerah lain. Jadi kalau semua ini kita tularkan yang baik, Indonesia akan makin maju,” pungkasnya.

Selain Menko Luhut, hadir pula dalam peresmian ini Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Direktur Jenderal Pajak, para nelayan dan tokoh lainnya.

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah siap menerapkan sistem dalam jaringan (daring) di tempat pelelangan ikan sehingga pembongkaran komoditas itu segera dapat dilakukan di kapal ketika sudah terjadi kesepakatan antara nelayan dan bakul. "Keuntungan menggunakan lelang secara daring, antara lain mempercepat bongkar muat ikan di kapal," kata Kepala TPI Kota Pekalongan Sugiyo di Pekalongan.

Menurut dia, selama ini, hasil tangkapan ikan nelayan di kapal perlu menunggu waktu cukup lama untuk dibongkar karena harus masih menunggu proses lelang yang dilaksanakan di TPI. Namun dengan lelang online ini, kata dia, ketika sudah terjadi kesepakatan harga antara pihak nelayan dan bakul maka ikan yang di kapal bisa langsung dibongkar.

Ia mengatakan dengan sistem ini maka harus ada pemesanan lebih dahulu sehingga ketika disepakati terjual maka pembongkaran langsung dilakukan. "Harga kesepakatan lelang tersebut sudah termasuk ongkos kirim sehingga sewaktu-waktu bisa dilakukan," katanya.

Ia mengatakan keuntungan dengan sistem online ini maka tidak bakal ada sistem utang karena pelaksanaannya menggunakan sistem tunai. "Hal inilah yang diharapkan para nelayan karena kalau sudah dibayar tunai maka biaya tersebut bisa dipergunakan kembali untuk menangkap ikan," katanya.

Ia menambahkan sistem daring ini juga bisa mempermudah transaksi karena sebelumnya sudah ada informasi mengenai pelaksanaan lelang.

Beberapa waktu lalu, aktivitas lelang ikan Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak sepekan terakhir ini sepi karena pengaruh angin barat dan badai di perairan Laut Jawa. Sugiyo mengatakan bahwa hampir sebagian besar kini kapal nelayan memilih bersandar di pelabuhan.

BERITA TERKAIT

Pemkot Palembang Tebar 10.000 Benih Ikan ke Sungai Musi

Pemkot Palembang Tebar 10.000 Benih Ikan ke Sungai Musi   NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menebarkan 10 ribu benih…

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri NERACA Jakarta - Ditujukan ke Asia Tenggara, yang mana minat…

Semester Pertama, Pajak Daerah Kota Sukabumi Sudah Mencapai 65,67 Persen

Semester Pertama, Pajak Daerah Kota Sukabumi Sudah Mencapai 65,67 Persen   NERACA Sukabumi - Realisasi pendapatan pajak daerah yang dikelola oleh…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perjanjian Dagang RI-Mozambik Siap Ditandatangani

NERACA Jakarta – Perundingan perjanjian dagang atau Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia-Mozambik selesai dibahas, selanjutnya tim teknik kedua negara…

Pelaku Usaha Sarang Burung Walet Harus Tingkatkan Kualitas

NERACA Jakarta – Para pelaku usaha sarang burung walet di Jawa Tengah diajak untuk meningkatkan kualitas produksi agar bisa mengambil…

Indonesia Kehilangan Pasar Akibat Tertinggal Jajaki Perjanjian

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai bahwa Indonesia banyak kehilangan pangsa pasar (market share) di sejumlah negara akibat…