Mentan Sesalkan Impor Jagung Pabrik Pakan Ternak - Stok Nasional Masih Mencukupi

NERACA

Jakarta – Kementerian Pertanian menyesalkan tindakan pabrik pakan ternak dalam negeri masih mengimpor jagung dari luar sebagai bahan baku padahal produksi nasional masih mencukupi. Produksi jagung nasional saat ini mencapai 17-18 juta ton sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya sekitar 5 juta ton per tahun.

Menteri Pertanian Suswono mengaku menyesal dengan tindakan pabrik pakan ternak masih mengimpor jagung di tengah produksi dalam negeri masih mencukupi. Menurut dia, impor jagung dalam negeri saat ini mencapai lebih dari dua juta ton per tahun yang sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pakan ternak. Suswono mengatakan, potensi produksi jagung dalam negeri masih tinggi, sehingga pemerintah menargetkan pada 2014 tak akan ada impor komoditas pangan tersebut.

Sebelumnya Suswono juga melakukan panen raya jagung di Desa Pintoe Rimba, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Pada kesempatan itu dia menyatakan, pemerintah akan menjadikan Aceh sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional karena memiliki potensi produksi yang tinggi. Dia juga mengatakan pengembangan jagung di dalam negeri saat ini menghadapi kendala lahan terlebih lagi di Jawa karena areal penanamannya dilakukan substitusi dengan tanaman padi. "Selain itu di Jawa menghadapi alih fungsi lahan yang tinggi sehingga pengembangan jagung areal lebih layak di luar Jawa," katanya.

Sementara itu Bupati Aceh Selatan Husin Yusuf menyatakan, dalam dua tahun terakhir luas tanam jagung di wilayah tersebut mengalami peningkatan yang mana pada 2011 mencapai 5.000 hektare dan pada 2012 ditargetkan 10.000 hektare. Sedangkan produksi jagung Kabupaten Aceh Selatan, tambahnya, pada tahun lalu mencapai 30.000 ton dengan produktivitas tanaman 8 ton per hektare. "Pada tahun ini ditargetkan naik mencapai 60.000 ton dengan rencana pengembangan di 11 kecamatan," jelas Husin.

Di tempat berbeda, Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (APPI) Sudirman memaparkan kalau saat ini pasokan jagung untuk bahan baku industri pakan ternak Indonesia masih minim. Akibatnya, Indonesia masih harus mengimpor dari Amerika Serikat (AS), Brazil, dan Argentina. Lebih jauh lagi Sudirman mengatakan, impor jagung Indonesia terus meningkat. Di 2009 jumlahnya 400 ribu ton dan di 2010 jumlahnya sebanyak 1,5 juta ton.

"Di 2011 impor pakan ternak meningkat karena industri nasional tidak baik. Impor jagung di 2009 mencapai 400 ribu ton. lalu di 2010 sebanyak 1,5 juta ton. Harga jagung juga naik. Harga impor jagung untuk April nanti Rp 3.300 per kg, padahal 3 bulan lalu Rp 2.300," ungkap Sudirman.

Sudirman mengatakan, dari 10,3 juta ton konsumsi pakan ternak di 2010, sebanyak 50% berasal dari jagung. "Industri dalam negeri sebenarnya tidak suka impor. Pemerintah meningkatkan produksi tapi sulit karena banyak faktor, salah satunya infrastruktur," terangnya.

Karena itu, APPI meminta kepada pemerintah untuk membebaskan bea masuk jagung dari 5% menjadi 0% sehingga para produsen diringankan, dan harga jual makin murah. "Pemerintah harusnya memperhatikan nasib peternak. Ada bahan baku yang tidak diproduksi di Indonesia, jadi harus bebas bea masuk. Bea masuk bukan untuk instrumen pendapatan negara tapi untuk proteksi," tukasnya.

Related posts