Mengawal Komitmen Dua Kabupaten Menjaga Sindoro-Sumbing

Pemerintah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, sepakat untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani, mengatakan deklarasi bakal dilakukan Bupati Temanggung M. Al Khadziq dan Bupati Wonosobo Eko Purnomo di Sendratari Sindoro Sumbing di Lapangan Kledung,

Menurut Woro dua kepala daerah itu juga akan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, karena kerusakan lingkungan di Gunung Sindoro maupun Gunung Sumbing, baik akibat kebakaran hutan maupun penambangan liar sudah semakin parah. "Melalui komitmen bersama ini, diharapkan dua daerah kabupaten ini senantiasa bekerja sama mengajak masyarakat dalam menciptakan kawasan Sindoro-Sumbing yang lestari," kata Woro Andijani, seperti yang dikutip dari Antara.

Sedangkan Pamong Budaya Disbudpar Temanggung, Sugeng Riyadi, mengungkapkan isu-isu lingkungan sengaja diangkat dalam gelaran sendratari tersebut, karena baik kebakaran hutan maupun kerusakan lingkungan di lereng Sindoro-Sumbing akibat kegiatan penambangan liar sudah sangat parah, "Bukan hanya di Wonosobo, di Temanggung juga ada sehingga perlu ada sikap dari dua kabupaten ini," kata Sugeng.

Melalui pendekatan kebudayaan, katanya memang pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih sayang dengan lingkungan. Selain itu, ia melanjutkan, hal ini juga menjadi kritik bersama, khususnya pemangku kebijakan agar nantinya ada peraturan yang dibuat dua kabupaten tersebut untuk menyikapi kerusakan lingkungan maupun kasus kebakaran hutan yang sudah sering terjadi.

Sementara itu Kepala Seksi Seni dan Budaya Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil, mengatakan upaya mengembalikan kelestarian lingkungan di lereng Sindoro-Sumbing butuh keterlibatan dua kabupaten ini. "Bukan hanya pemerintah saja, melainkan juga segenap elemen masyarakat lainnya," katanya.

Ia menuturkan pendekatan kesenian dan kebudayaan dalam gelaran Festival Sindoro Sumbing (FSS) dengan mengangkat tema "Lestari" memang diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya rangkaian kegiatan FSS memang sengaja digelar lebih dekat dengan kawasan lereng Sindoro-Sumbing yang mengalami kerusakan agar pelaku perusakan alam semakin risih dengan tindakannya.

BERITA TERKAIT

Ini Tips Menjaga Dompet Tetap Tebal saat Wisata

Berwisata kerap disebut sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Padahal jika cukup cermat, bukan tidak mungkin bagi wisatawan bisa berhemat selama melakukan…

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meningkat signifikan pada…

Rekreasi Jiwa di Nusa Dua

Sejumlah kegiatan seperti yoga, meditasi dan pembersihan telah merupakan telah lama dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Kini ritual yang unik…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Tips Menjaga Dompet Tetap Tebal saat Wisata

Berwisata kerap disebut sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Padahal jika cukup cermat, bukan tidak mungkin bagi wisatawan bisa berhemat selama melakukan…

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meningkat signifikan pada…

Rekreasi Jiwa di Nusa Dua

Sejumlah kegiatan seperti yoga, meditasi dan pembersihan telah merupakan telah lama dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Kini ritual yang unik…