Kota Tangerang Miliki Tiga Dokumen Keunggulan Penilaian Kota Cerdas

Kota Tangerang Miliki Tiga Dokumen Keunggulan Penilaian Kota Cerdas

NERACA

Tangerang - Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Provinsi Banten, Indri Astuti mengatakan, Kota Tangerang saat ini telah memiliki tiga keunggulan dokumen terkait penilaian Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI)

Tiga dokumen tersebut ialah masterplan SmartCity, tim SmartCity serta pemenuhan indikator Smart City melalui dokumentasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan dampak yang diperoleh."Jadi kalau untuk penilaian RKCI, Insya Allah Kota Tangerang sudah mempunyai tiga keunggulan dokumen terkait pemetaan kota cerdas," kata dia di Tangerang, Minggu (14/7).

Dijelaskannya, masuk dalam 100 daerah Smart City di Indonesia, Pemerintah Kota Tangerang semakin menata diri dalam pengembangan Kota Cerdas.

Kota Tangerang di bawah kepemimpinan Wali Kota Arief R. Wismansyah, kata dia, dalam beberapa tahun terakhir terus melakukan pembenahan pelayanan publik dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI), tidak semata karena adanya proses penilaian RKCI 2019.

Ia menjelaskan kondisi itu dimulai dari tahun 2016, melalui hadirnya smart city 1.0 untuk integrasi aplikasi, 2017 smart city 2.0 untuk layanan publik serta 2018 smart city 3.0 pengembangan aplikasi geospasia, yang turut didukung para sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

RKCI sendiri ialah pemetaan sehingga setiap kota mampu memahami kotanya bertransformasi menuju Kota Cerdas. Pemetaan dilakukan dengan menilai kondisi kota berdasarkan elemen kualitas hidup. Elemen tersebut, kata dia, mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan dan elemen pemungkin yaitu tata kelola, infrastruktur dan teknologi masyarakat. "Kegiatan pemetaan ini yaitu kegiatan dua tahunan yang dimulai pertama kali pada 2015.

Pemakaian teknologi, katanya, tidak bisa dihindari dalam mencapai tujuan Kota Cerdas. Peralatan teknologi dapat diusahakan untuk ketersediannya tetapi peranan kepala daerah serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), harus juga cerdas dalam penggunaan teknologi.

"Kepala daerah dan OPD, harus dapat menjadi penggerak bagi masyarakat dalam mengimplementasikan penggunaan teknologi yang tepat dalam pengembangan kota ke depan," demikian Indri Astuti. Ant

BERITA TERKAIT

Kualitas Laut di ONWJ Membaik, Nelayan Kembali Melaut

Kualitas Laut di ONWJ Membaik, Nelayan Kembali Melaut  NERACA Jakarta - Nelayan di perairan Karawang, Jawa Barat yang berdekatan dengan…

Menjawab Persoalan Stunting, Gizi Buruk dan SKM - Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif SpA(K)

Menjawab Persoalan Stunting, Gizi Buruk dan SKM Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif SpA(K) Berbekal 20 tahun pengalaman mendalami nutrisi…

Banyak Potensi PAD Pajak Daerah Belum Maksimal Dikelola BKD Kota Depok - Lima Raperda Disetujui DPRD Agar Segera Bisa Disahkan Walikota

Banyak Potensi PAD Pajak Daerah Belum Maksimal Dikelola BKD Kota Depok   Lima Raperda Disetujui DPRD Agar Segera Bisa Disahkan Walikota…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020 - Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019

PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020 Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019 NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional…

DPRD Jabar Banyak Terima Aspirasi Ekonomi Kerakyatan Saat Reses

DPRD Jabar Banyak Terima Aspirasi Ekonomi Kerakyatan Saat Reses   NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat…

Harga Cabai Rawit Merah Kian Meroket - KOTA SUKABUMI

Harga Cabai Rawit Merah Kian Meroket  KOTA SUKABUMI NERACA Sukabumi - Komoditas cabai rawit merah kembali alami penaikan harga di…