Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham - Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun

NERACA

Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang dilakukan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang telah merealisasikan buy back saham. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, TBIG telah membeli kembali 110,94 juta saham dengan rata-rata harga pembelian sebesar Rp4.625 per saham. Transaksi itu dilakukan pada periode 30 April 2018 hingga 30 Juni 2019.

Dengan demikian, TBIG masih mengantongi dana buy back saham sebesar Rp686,84 miliar dari alokasi Rp1,2 triliun untuk menyerap sebanyak-banyaknya 204 juta saham perseroan. Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso mengatakan pembelian kembali saham dilakukan perseroan sebagai opsi pengembalian kepada pemegang saham.

Perseroan melakukan pengembalian saham kepada pemegang saham dalam bentuk pembagian dividen maupun buyback. Namun, dia menyebut belum ada rencana untuk melepas sahamnya kembali. Perinciannya, buyback telah dilakukan perseroan tiga kali yang dimulai pada 30 April-30 Juni 2018 dengan jumlah saham yang dibeli 75,54 juta lembar ketika harga rata-rata saham sebesar Rp4.986 per saham.

Kemudian, buyback kembali dilakukan pada 1 Juli-31 Desember 2018 dengan jumlah 20,67 juta ketika harga saham rata-rata sebesar Rp4.052. Terakhir, pembelian dilakukan pada 1 Januari-30 Juni 2019 sebanyak 14,73 juta ketika harga rata-rata saham senilai Rp3.583. Dia pun menyebut nilai maksimal pembelian kembali saham Rp1,2 triliun berasal dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Hal yang sama juga dilakukan TOWR. Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara, Adam Ghifari mengatakan perseroan melakukan buyback karena harga saham yang beredar masih tergolong murah. Di sisi lain, terdapat prospek pertumbuhan dan likuiditas yang cukup baik. Disebutkan, perseroan mengeluarkan biaya Rp65,58 miliar untuk buy back dengan membel 88,3 juta saham TOWR.

Adapun, nilai tersebut dibelanjakan pada paruh pertama 2019 dengan total 56 kali transaksi. Transaksi dilakukan dengan rata-rata harga pembelian mulai dari rentang Rp672 hingga Rp845 per saham.“Kami merasa harga saham masih cukup murah sementara prospek pertumbuhan masih cukup baik. Selain itu, kami memiliki likuiditas keuangan yang baik untuk dapat melakukan buy back,” kata Adam.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2018, TBIG memiliki liabilitas yang seluruhnya berjumlah Rp25,43 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp6,42 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai Rp19,00 triliun. Sementara DER tercatat 691,23%. Adapun, pendapatan TBIG tercatat naik 7,21% menjadi Rp4,3 triliun secara tahunan pada akhir tahun lalu dari posisi Rp4,02 triliun pada 2017. Namun, laba bersih perseroan tergerus 70,61% menjadi Rp680,68 miliar yoy dibandingkan dengan Rp2,31 triliun pada tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Alokasikan Capex Rp 15,1 Triliun - Telkom Kebut Perluasan Jaringan Untuk 4G

NERACA Jakarta – Perluas jaringan pelayanan 4G di seluruh Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) fokus mengejar realisasi belanja…

Imbangi Aliran Modal Asing - OJK Targetkan 5 Juta Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta – Memperingati 42 tahun kembali diaktifkannya industri pasar modal, telah banyak pencapaian dan perubahan yang ditorehkan. Bahkan industri…

AKIBAT KENAIKAN IMPOR NONMIGAS - NPI Defisit US$63,5 Juta di Juli 2019

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, data neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Juli 2019 terjadi defisit US$ 63,5 juta, yang merupakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…