Kencana Energi Bidik Dan IPO Rp 410 Miliar

NERACA

Jakarta- Danai pengembangan bisnisnya, PT Kencana Energi Lestari Tbk akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas maksimal 977.683.300 lembar saham atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga IPO yang ditawarkan berkisar Rp 250 per saham hingga Rp 420 per saham.

Dengan demikian, perusahaan pembangkit listrik tenaga air (hydro power plant) ini akan mendapat dana segar dari lantai bursa sebesar Rp 245 miliar hingga Rp 410 miliar,”Kami telah melakukan persiapan IPO dengan menggunakan laporan keuangan konsolidasi audit per 31 Maret 2019, kami berharap saham perseroan dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) segera," kata Chief Financial Officer PT Kencana Energi Lestari Tbk, Giat Widjaja di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, dana hasil IPO sekitar 55% untuk pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lainnya di Sumatera dan Sulawesi Selatan. Fasilitas itu diperkirakan perseroan memiliki kapasitas produksi 205 megawatt (MW) melalui investasi penyertaan modal oleh perseroan pada entitas anak maupun entitas lain. Sementara sekitar 25% IPO untuk modal kerja PT Bangun Tirta Lestari dan 20% untuk belanja modal anak usaha yakni PT Nagata Dinamika Hidro Madong terkait proyek Madong.

Bertindak sebagai penjamin emisi PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Masa penawaran awal (book building) dilaksanakan pada 17 hingga 30 Juli 2019. Bersamaan dengan aksi itu, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah saham yang ditawarkan lewat initial public offering (IPO) atau sekitar 19,55 juta.

CEO dan Chairman Kencana Group, Henry Maknawi melihat peluang pengembangan usaha yang lebih besar lagi dari sektor ini. "Sehingga dengan terbukanya kepemilikan modal kepada publik maka Kencana Energi juga berkesempatan untuk dapat mengakses alternatif pendanaan lain dari publik yang akan membantu pertumbuhan usaha,” jelas Henry.

Kencana Energi Lestari memiliki profil usaha yang unik dengan bisnis model penyediaan energi terbarukan (renewable energy) yang didukung kontrak penyediaan listrik jangka panjang power purchase agreement (PPA) kepada PLN. Kerja sama ini akan dilakukan selama 20 tahun hingga 30 tahun sejak dioperasikannya pembangkit listrik tenaga air. Kerja sama dengan PLN untuk pembangunan dan pengoperasian aset pembangkit tenaga listrik dilakukan dengan pola BOO (build-own-operate) maupun BOOT (build-own-operate-transfer).

Sebagai informasi, saat ini perseroan telah memiliki 3 proyek PLTA di Pulau Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 39 MW. Dari jumlah tersebut, Proyek PLTA Pakkat berkapasitas 18MW telah beroperasi di Sumatra Utara, Proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW yang saat ini sedang menunggu commercial operation date (COD) yang dijadwalkan pada Agustus-September 2019 dan yang berlokasi di Bengkulu.

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…