BCA Harapkan Kredit Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta-- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berupaya menggenjot target pertumbuhan kredit di 2012 naik sebesar 20% dari sebelumnya Rp200 triliun di 2011. Adapun pertumbuhan kredit tersebut diperoleh dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit kendaraan Bermotor (KKB). “Pertumbuhan KKB diprediksi mencapai Rp8 triliun dan kredit koorporasi diharapkan meningkat di 2012. Saat ini, BCA telah menyalurkan korporasi hingga Rp2 triliun," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja di Jakarta,29/3

Menurut Jahja, pertumbuhan kredit tersebut diperoleh dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit kendaraan Bermotor (KKB). "(Tapi) kami belum ada rencana penambahan modal," tegasnya

Selain itu, kata Jahja, pihaknya menargetkan pertumbuhan Capital adequacy ratio (CAR) alias rasio kecukupan modal mengalami pertumbuhan mencapai 15 persen dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ditargetkan tumbuh Rp8 triliun-Rp9 triliun dari Rp28 triliun di 2011 menjadi Rp36 triliun di 2012.

Berdasarkan catatan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan laba bersih meningkat 27,6 persen menjadi Rp10,8 triliun yang ditopang oleh tingginya aktivitas bisnis dibidang kredit maupun jasa penyelesaiaan pembayaran.

Selain itu, lanjut Jahja, kenaikan laba bersih ini juga disokong oleh total pendapatan bunga bersih yang meningkat 18,6 persen menjadi Rp24,1 triliun di 2011 dari Rp20,3 triliun di 2010. Kemudian, pemulihan cadangan berkontribusi terhadap laba bersih sebesar Rp569 miliar berasal dari cadangan untuk unused loan facilities. "BCA berhasil membukukan kinerja yang memuaskan pada 2011, didukung oleh peningkatan aktivitas penyaluran kredit serta pertumbuhan berkelanjutan atas layanan transaksi dan penyelesaian pembayaran (payment settlement)," tuturnya

Menurut Jahja, penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit merupakan kunci bagi BCA untuk membukukan pertumbuhan yang kuat dengan tetap mempertahankan risiko kredit bermasalah NPL pada tingkat yang rendah. **diedie

Related posts